Partai Ummat Manfaatkan Teknologi AI Hadapi Pemilu 2029

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PARTAI Ummat bakal memaksimalkan integrasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian strategi meraih kemenangan Pemilu 2029. Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menuturkan target utama mereka yakni menembus kursi Senayan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Partai Ummat sebelumnya menempatkan 21 kader tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia pada pemilu perdana mereka 2024 lalu. Ridho menuturkan akselerasi teknologi AI berangkat dari pengalaman pahit pada proses verifikasi pemilu sebelumnya. Sehingga mereka hendak beralih sepenuhnya ke sistem digital yang lebih baik pada Pemilu 2029.

"Kendala utama kami di Pemilu sebelumnya terletak pada proses input data internal yang masih semi-analog, di mana kesalahan satu variabel saja bisa menyebabkan status TMS (tidak memenuhi syarat)," kata Ridho di sela Musyawarah Nasional (Munas) di Yogyakarta, Minggu, 3 Mei 2026.

Ia menjelaskan, bahwa satu kartu tanda penduduk (KTP) memiliki 8 hingga 12 variabel yang sebelumnya harus dimasukkan secara manual.  Hal itu membuat proses sangat berisiko yang berdampak pada kesalahan fatal. 

Untuk mengatasi kerentanan tersebut, Partai Ummat membuat sistem internal mereka dengan bantuan AI untuk memastikan akurasi data keanggotaan dan persyaratan administratif lainnya. 

"Kami sudah mulai, sudah menggunakan, dan sudah jalan. Tapi kami ingin lebih masifkan AI ini dalam bentuk sistem yang lebih terintegrasi," ujar dia.

Menurut dia, langkah awal yang paling krusial bagi partai itu saat ini memastikan dulu lolos sebagai peserta Pemilu. Selain untuk pembenahan data internal, Partai Ummat juga akan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam ranah kampanye digital dan media sosial. 

Penggunaan teknologi ini diarahkan untuk mengoptimalkan konten serta analisis sentimen publik. Namun Ridho menekankan bahwa AI hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti peran manusia. 

Strategi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan partai kepada konstituen secara lebih efektif dan terukur dibandingkan metode konvensional.

Keberhasilan meraih 21 kursi di tingkat lokal pada Pemilu perdana 2024, kini juga dijadikan model percontohan melalui berbagai agenda bimbingan teknis bagi para kader yang akan maju di periode mendatang. 

Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa momentum Munas yang bertepatan dengan milad ke-5 ini telah menghasilkan kesepakatan di antara ribuan pengurus dari seluruh Indonesia untuk bergerak.

"Kami semakin optimistis menyusul terbitnya SK (Surat Keputusan) Pengesahan Kepengurusan DPP periode 2025-2030 dari Kementerian Hukum akhir April lalu," kata dia.

Hal ini memastikan bahwa langkah kaki partai ke depan tidak akan terhambat oleh masalah internal, karena secara hukum tidak ada lagi dualisme kepengurusan di tubuh Partai Ummat.