Terkait itu, ekonom senior Yanuar Rizky membantah logika Purbaya yang sering menyalahkan kritik dari para ekonomi.
“Menteri Keuangan Purbaya yang menurut saya untuk apa juga dia men-shoot, menyalahkan ekonom-ekonom. Kan dia itu intinya gini, karena persepsi dibangun oleh para ekonom, termasuk juga mungkin saya yang memberikan outlook, akhirnya banyak orang itu berduyun-duyunlah tidak percaya terhadap rupiah,” kata Yanuar dikutip dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Sabtu malam, 2 Mei 2026.
“Jadi cara berpikirnya adalah sentimen. Tapi kan kalau dia (Purbaya) mengatakan seperti itu, dia dengan kata lain mengakui dong bahwa ekonom lebih didengar daripada dia. Didengar oleh pasar,” tambahnya menegaskan.
Lanjut Yanuar, kondisi melemahnya nilai tukar rupiah merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri.
“Jadi satu sisi bahwa dia juga seolah-olah jagoan, tapi di sisi lain bisa kita baca kalau rupiahnya terus melemah, dan dia menyalahkan akibat persepsi yang terus didengung-dengungkan oleh banyak ekonom, berarti kan market ikut si ekonom,” jelasnya.
Yanuar menyebut bahwa penggerak persepsi yang melahirkan sentimen di pasar sebenarnya sudah muncul setahun lalu lewat keterangan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menganggap fundamental ekonomi di Indonesia tidak baik. 
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·