Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melalui Ketua Umum Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memberikan tanggapan hati-hati terhadap wacana penerapan sistem "war ticket" untuk keberangkatan haji pada Jumat (10/4/2026). Ia menilai ide tersebut masih memerlukan kejelasan lebih lanjut sebelum diperdebatkan secara luas oleh publik.
Gus Yahya menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) belum memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme dan skema teknis dari sistem yang diwacanakan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru menyimpulkan atau menimbulkan polemik.
PBNU juga belum terlibat dalam pembahasan awal mengenai wacana tersebut. Gus Yahya menekankan bahwa kebijakan publik seharusnya melalui kajian komprehensif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi kemasyarakatan.
Gus Yahya menyoroti pentingnya aspek keadilan bagi calon jamaah haji jika masa tunggu dihapuskan. Ia menekankan perlunya mempertimbangkan mereka yang telah lama menunggu, memastikan sistem yang adil sebelum perubahan diterapkan.
PBNU menyatakan kesiapannya untuk memberikan masukan jika wacana tersebut sudah memiliki bentuk yang jelas dan masuk ke tahap pembahasan resmi. PBNU akan membentuk tim studi jika wacana itu dibahas secara serius, seperti yang dilansir dari Kompas.com.
Sebelumnya, Kemenhaj mengusulkan perubahan sistem keberangkatan haji melalui skema "war ticket". Sistem ini bertujuan untuk menghapus antrean panjang, dengan harapan kuota haji dari Arab Saudi dapat langsung ditawarkan kepada calon jamaah.
"Silakan dikaji, kita lihat dulu sistemnya seperti apa. Kita kan belum tahu, belum ada keterangan resmi yang disampaikan," ujar Gus Yahya, seperti yang dilaporkan oleh Kompas.com.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa gagasan tersebut berasal dari arahan Prabowo Subianto untuk menghadirkan terobosan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dahnil menjelaskan konsep "war ticket" akan memanfaatkan kuota haji yang diberikan Arab Saudi, lalu ditawarkan langsung kepada calon jamaah tanpa masa tunggu.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·