Jakarta (ANTARA) - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon mengusulkan kepada panitia agar wilayah Cirebon Raya, Jawa Barat, dapat menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU Tahun 2026.
PCNU Kabupaten Cirebon menyampaikan usulan tersebut dengan mengirimkan surat permohonan yang ditujukan kepada Ketua Panitia Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf.
“Ini merupakan aspirasi nahdliyin, seluruh pesantren, dan dari berbagai kalangan, baik yang berada di Cirebon maupun di luar daerah,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon Aziz Hakim Syaerozi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, Cirebon memiliki banyak faktor pendukung yang dinilai layak untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar NU tersebut, yakni mulai dari nilai historis, kekuatan pesantren, hingga kesiapan infrastruktur.
Dia menjelaskan Cirebon memiliki nilai historis yang kuat dengan menjadi salah satu daerah perintis perkembangan NU di Jabar. Terlebih, kata dia, terdapat tokoh NU yang berasal dari Cirebon seperti Abbas Abdul Jamil hingga Abdullah Abbas.
Baca juga: Rais Aam dan Ketum PBNU sepakati Muktamar NU awal Agustus 2026
Selain itu, ujar dia, kawasan Cirebon juga dikenal sebagai pusat pesantren tua yang telah melahirkan ribuan santri dan ulama yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa pesantren besar tersebut antara lain Buntet Pesantren, Pesantren Babakan, Pesantren Benda, dan Pesantren Gedongan.
“Cirebon tidak hanya punya nilai sejarah NU yang kuat, tetapi juga memiliki basis pesantren yang sangat besar dan nahdliyin yang mengakar,” katanya.
Sementara untuk aspek kesiapan infrastruktur, dia memandang kawasan Cirebon Raya memiliki lebih dari 30 hotel berbintang tiga hingga lima, bahkan sedikitnya delapan hotel besar disebut memiliki total kapasitas lebih dari 1.900 kamar dan balai riung yang mampu menampung sekitar 6.000 orang.
Tak hanya itu, dia memandang faktor aksesibilitas dapat menjadi pertimbangan utama panitia untuk menjadikan Cirebon Raya sebagai tuan rumah.
Baca juga: Sekjen PBNU pastikan persiapan muktamar berjalan sesuai rencana
Ia mengatakan Cirebon dinilai strategis karena dapat dijangkau melalui berbagai moda transportasi, seperti kendaraan pribadi, bus, kereta api hingga bandara.
“Posisi Cirebon yang dekat dengan ibu kota dan kota-kota besar lainnya membuat kawasan ini sangat ideal untuk penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU,” ujarnya.
Oleh sebab itu, dia berharap surat permohonan tersebut dapat menjadi pertimbangan serius bagi panitia pusat dalam menentukan lokasi muktamar NU pada Agustus mendatang.
Pada kesempatan sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan PBNU akan menggelar Muktamar Ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026.
Ia mengatakan agenda utama pada Muktamar Ke-35 NU adalah pemilihan Ketua Umum PBNU.
Namun demikian, PBNU belum memutuskan lokasi penyelenggaraan muktamar tersebut.
Baca juga: Gus Lilur: Muktamar NU 2026 titik balik pulihkan kepercayaan publik
Baca juga: Gus Yahya harap Muktamar tidak jadi ajang batu loncatan untuk Pemilu
Baca juga: Gus Kikin: Muktamar Ke-35 NU untuk kembalikan ke Qonun Asasi
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·