Pebalap MotoGP Tuntut Ubah Titik Start Sirkuit Catalunya Usai Kecelakaan Horor

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta -

Para pebalap MotoGP perubahan titik start Sirkuit Catalunya untuk menghindari kecelakaan. Hal ini menyusul kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa motor pada hari Minggu, termasuk Johann Zarco yang sampai harus mendapat perawatan.

Selama beberapa tahun terakhir, zona pengereman di Sirkuit Barcelona telah menjadi lokasi insiden besar. Tahun 2023, kecelakaan melibatkan Takaaki Nakagami, setahun kemudian Enea Bastianini yang jadi korban.

Akhir pekan kemarin, kejadian lagi kecelakaan di tikungan 1 Sirkuit Barcelona. Johann Zarco terjebak saat start ulang usai red flag pertama. Dia bertabrakan dengan Pecco Bagnaia dan Luca Marini. Pembalap LCR Honda itu kemudian tersangkut di roda belakang Ducati milik Bagnaia dan mengalami cedera kaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahun-tahun sebelumnya, pembalap seperti Jack Miller telah menyarankan untuk memindahkan garis start lebih dekat ke Tikungan 1. Hal itu untuk mengurangi kecepatan yang dicapai sebelum pengereman.

Namun, usulan itu belum direalisasikan. Setelah kecelakaan di akhir pekan kemarin, beberapa pebalap setuju dengan usulan tersebut.

"Start dari jarak yang sangat jauh dari tikungan pertama, kami sampai di sana dengan kecepatan tinggi, tetapi bukan kecepatan yang biasa kami capai (pada lap normal)," kata Fabio di Giannantonio dikutip Crash.

"Jadi kami tidak benar-benar tahu titik pengereman yang sempurna untuk tikungan pertama. Jadi kesalahan kecil bisa menjadi kesalahan besar dan menyebabkan bencana besar," katanya.

Diggia bilang, pebalap pasti akan setuju dengan usulan pemindahan titik start. Cara itu bisa lebih aman buat para rider.

"Hal yang sempurna, saya pikir setiap pembalap akan setuju dengan ini, adalah start sedekat mungkin dengan tikungan pertama. Kemudian kita bisa langsung masuk dan melewatinya," katanya.

Start dari jarak yang cukup jauh dari tikungan pertama membuat pebalap memacu motornya secepat mungkin. Hal ini memperbesar masalah kehilangan downforce pengereman akibat turbulensi.

"Tentu saja, sampai di sana dengan gigi kelima dengan kecepatan tinggi, dengan banyak pergerakan aerodinamis, banyak turbulensi, itu juga merupakan masalah besar saat ini. Ketika Anda berada di antara motor, motornya benar-benar berbeda dibandingkan ketika Anda hanya berada di belakang satu motor," ujar Diggia.

"Jadi, semua hal itu hanya Anda alami dua kali dalam satu akhir pekan, balapan Sprint dan Grand Prix. Dan sangat, sangat sulit untuk bersikap tepat dan mengendalikannya."

Joan Mir juga mendukung pandangan Diggia. Menurut Mir, titik pengereman menjelang tikungan pertama di Sirkuit Catalunya sangat panjang.

"Ada 20 motor yang berhenti di sana dari kecepatan 300 km/jam," kata pembalap Honda tersebut.

"Tentu saja, ruang untuk kesalahan sangat sempit. Dan saya pikir, ya, mungkin solusi yang baik adalah menggeser grid sedikit ke depan, untuk mencapai tikungan pertama dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah," sambungnya.

"Saya yakin kita akan membicarakannya. Kita akan mencoba mencari keselamatan semua orang. Tetapi pada akhirnya, ini adalah risiko di trek ini. Jadi semoga kita bisa menyelesaikan ini untuk masa depan."


(rgr/dry)