Pembalap KTM Pedro Acosta memberikan pembelaan terhadap performa Marc Marquez yang belum berhasil memenangi satu pun balapan grand prix dari empat seri yang telah berjalan pada musim MotoGP 2026.
Seperti dilansir dari Detik Sport, Marquez yang membela Ducati baru dua kali menyelesaikan balapan utama dengan pencapaian terbaik di posisi keempat saat mengaspal di Brasil.
Kondisi sulit ini berbanding terbalik setelah rider asal Spanyol tersebut berhasil merengkuh gelar juara dunia kesembilannya pada musim 2025 ketika kompetisi masih menyisakan lima seri.
Namun, kecelakaan di Sirkuit Mandalika memaksa Si Bayi Alien melewatkan sisa musim tersebut hingga berdampak pada performanya di awal musim ini, ditambah operasi terbaru akibat kecelakaan dalam sesi sprint race MotoGP Prancis.
Acosta menegaskan bahwa situasi yang dialami Marquez saat ini bukan karena sang pembalap kehilangan motivasi untuk menjadi juara, melainkan murni akibat faktor ketidakberuntungan.
"Tidak, kurasa situasi dia ini sedikit apes," ucap Acosta kepada Moto.it.
Pembalap KTM tersebut kemudian menyoroti rentetan kejadian yang menimpa Marquez setelah mengunci gelar juara dunia di Jepang pada musim lalu.
"Soalnya, dia juara dunia di Jepang kemudian di balapan berikutnya dia crash dengan Ducati dan terluka lagi," kata Acosta.
Lebih lanjut, Acosta menilai cedera beruntun yang dialami Marquez merupakan hal yang tidak biasa jika melihat rekam medis sang pembalap sebelum tahun 2020.
"Ini enggak normal untuk Marc. Jika Anda memikirkan tentang bagaimana dia kecelakaan -- dia pernah mengatakannya sendiri -- setelah semua kecelakaan yang dia alami dan berapa banyak dia bangkit, sebelum Jerez 2020 dia kan tidak pernah cedera," ujar Acosta.
Rentetan kecelakaan hebat tersebut dinilai menjadi faktor utama yang menghambat performa Marquez belakangan ini.
"Tulang belikat dia tidak pernah benar-benar patah sebelum kecelakaan di Jerez. Jadi kurasa hal ini berkaitan dengan sedikit nasib buruk," Pedro Acosta menyimpulkan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·