Pelanggan Resto Ditagih Biaya AC saat Makan, Ada yang Sampai Rp 446 Ribu!

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta -

Belakangan ini beberapa pengelola tempat makan kedapatan membebankan biaya AC ke pelanggan. Ada yang kejadiannya di Indonesia dan Malaysia, begini kisahnya.

Ruangan ber-AC alias dengan pendingin udara merupakan salah satu fasilitas yang ditonjolkan sebuah tempat makan. Umumnya fasilitas ini diberikan gratis oleh pemilik atau pengelola tempat makan.

Namun, belakangan marak kejadian dimana pelanggan curhat kalau tarif AC dibebankan ke tagihan mereka. Contohnya insiden di Klaten, yang pernah dibagikan akun Instagram @indonesiapopuler.id.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlihat nota pelanggan sebuah warung bakso berisi biaya AC Rp 3.000 dengan tulisan 'AC per 1 orang'. Karena saat itu ia datang berdua, maka biayanya menjadi Rp 6.000.

Dilansir dari berbagai sumber, insiden ini berakhir dengan permintaan maaf dari manajemen. Mereka juga memberikan kompensasi kepada pelanggan terkait sebagai bentuk tanggung jawab.

Tak hanya di Indonesia, kejadian serupa baru terjadi di Malaysia. Dikutip dari Weird Kaya (24/5), seorang wanita curhat di Threads kalau dia diinfokan oleh pihak tempat makan kalau akan ada tarif AC sebesar RM28 (Rp124 ribu). Saat itu ia datang bersama rombongan.

Namun, saat tagihan akhir datang, pelanggan itu kaget karena biaya AC tercantum RM100 atau sekitar Rp446 ribu.

Pelanggan itu bilang kalau ini kali pertama dirinya ditagih begitu mahal untuk menikmati makanan di restoran ber-AC. Unggahannya pun dengan cepat viral.

Banyak netizen ikut kesal dan marah begitu mengetahuinya. Salah satunya bahkan menyerukan agar pihak berwenang menyelidiki restoran tersebut karena mengambil keuntungan berlebihan.

Lalu ada juga netizen yang mempertanyakan, apakah hal ini akan jadi preseden bagi restoran lain untuk mengenakan biaya kepada pelanggan untuk fasilitas lain seperti kursi, meja, tisu, dan sabun cuci tangan.

"Habis ini pelanggan suruh bayar semua biaya untuk kursi, meja, tisu, air cuci tangan," kata netizen tersebut.

Namun, beberapa netizen membela restoran tersebut dan berpendapat bahwa sisi cerita mereka harus didengar demi objektivitas. Ada pula yang memahami kalau restoran biasanya memang ada yang menawarkan pilihan tempat makan tanpa atau dengan AC yang punya biaya tambahan.

(adr/adr)