Para pemain Manchester United menolak berjabat tangan dengan mantan rekan setim mereka, Alejandro Garnacho, setelah Setan Merah mengalahkan Chelsea 1-0 di Stamford Bridge pada Minggu, 19 April 2026 dini hari WIB. Situasi dingin ini terjadi di tengah performa buruk pemain asal Argentina tersebut yang kini memperkuat The Blues.
Kemenangan tipis tim tamu ditentukan oleh gol Matheus Cunha pada menit ke-43 yang memanfaatkan umpan tarik Bruno Fernandes. Garnacho masuk sebagai pengganti dini pada menit ke-16 untuk menggantikan Estevao yang cedera, namun ia justru menjadi sasaran cemoohan pendukung tim tamu sepanjang pertandingan berlangsung.
Berdasarkan laporan akun X @UTDndahi yang dilansir Detik Sport, tidak ada satu pun pemain Manchester United yang menyapa Garnacho saat berjalan menuju lorong ruang ganti. Skuad besutan Ruben Amorim tersebut dikabarkan menganggap performa Garnacho sebagai pembenaran atas keputusan klub melepasnya pada bursa transfer sebelumnya.
Ketegangan ternyata juga merembet ke internal Chelsea, di mana laporan The Sun melalui Goal menyebutkan bahwa rekan setim Garnacho menegurnya saat jeda babak pertama. Cole Palmer tertangkap kamera menegur Garnacho di lapangan akibat sang pemain sayap kehilangan penguasaan bola sebanyak 15 kali selama pertandingan.
Mantan Kepala Akademi Manchester United, Nicky Butt, memberikan kritik pedas terkait sikap Garnacho selama berada di Old Trafford. Dalam wawancara di acara The Good, The Bad & The Football yang dikutip CNN Indonesia, Butt menyebut sang pemain terlalu cepat merasa menjadi bintang.
"Dia menandatangani kontrak saat berusia 16 tahun. Saat itu saya adalah manajer akademi dan dia menandatangani kontrak dalam kesepakatan di mana mereka juga merekrut Alvaro (Carreras). Garnacho selalu agak tertutup, dia memiliki pendapat yang tinggi tentang dirinya sendiri," kata Nicky Butt, Mantan Kepala Akademi Manchester United.
Butt menilai bahwa kesuksesan awal yang diraih Garnacho, termasuk gol salto yang memenangkan Puskas Award, justru berdampak buruk pada perkembangan karakternya. Ia menekankan bahwa status superstar yang didapat terlalu dini membuat sang pemain melampaui kemampuannya yang sebenarnya.
"I pikir dia memiliki keunggulan tersendiri, dan ketika dia masuk ke tim utama, saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan karena saya ada di sana, dia terlalu cepat melampaui kemampuannya," ujar Nicky Butt, Mantan Kepala Akademi Manchester United.
Penegasan mengenai perlunya kontrol dari pemain senior juga disampaikan oleh Butt guna meredam keangkuhan pemain muda. Ia secara terbuka mendukung keputusan manajemen Manchester United untuk menjual pemain berusia 21 tahun tersebut ke Chelsea dengan nilai transfer 40 juta poundsterling.
"Dia mendapatkan status superstar terlalu cepat, dan ini bukan pernyataan mantan pemain yang mengatakan mereka dibayar terlalu banyak. Saya harap pemain muda dibayar jutaan, tetapi dia mendapatkan status superstar terlalu cepat dan dia jelas mencetak gol tendangan salto yang fenomenal," ucap Nicky Butt, Mantan Kepala Akademi Manchester United.
Butt menutup pernyatannya dengan menyebut sikap Garnacho sangat tidak menghargai klub dan rekan-rekan setimnya sebelum hengkang ke London Barat. Menurutnya, tidak ada pemain yang boleh merasa lebih besar dibandingkan institusi klub sebesar Manchester United.
"Seseorang di klub atau tim itu pada saat itu seharusnya menegurnya, tetapi hal terbaik yang dilakukan Manchester United adalah menjualnya karena, lupakan kemampuannya, dan saya rasa dia memang tidak terlalu hebat, tetapi saya pikir sikapnya sangat memalukan ketika dia berada di Manchester United," ucap Nicky Butt, Mantan Kepala Akademi Manchester United.
Penilaian objektif terhadap perilaku profesionalisme menjadi poin utama yang ditekankan Butt dalam melihat kegagalan sang pemain di Manchester. Ia menggarisbawahi bahwa usia muda bukan alasan untuk bersikap sombong di lingkungan kompetitif Premier League.
"Yang lebih penting lagi, kapan dia pergi, dan jika Anda benar-benar tidak menghormati rekan satu tim dan klub sepak bola saat Anda pergi, maka itu sudah berakhir. Dia berumur 21 tahun atau berapa pun saat meninggalkan klub, tetapi Anda tidak bisa bersikap sombong dan berpikir Anda sama hebatnya atau lebih hebat dari Manchester United," kata Nicky Butt, Mantan Kepala Akademi Manchester United.
Kekalahan dari United ini memperpanjang rekor buruk Chelsea yang telah menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak gol. Sejak bergabung dengan Chelsea, Garnacho baru mencatatkan delapan gol dari 40 penampilan di semua kompetisi.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·