Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) mulai dikerjakan pada Oktober 2026 sebagai upaya memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Sugiarto, di Ponorogo, Senin, mengatakan, saat ini pemerintah daerah tengah menuntaskan sejumlah tahapan persiapan, mulai penyelesaian detail engineering design (DED), koordinasi teknis hingga pematangan lahan.
“Perizinan peruntukan lahan sudah selesai, tata ruang juga siap. Saat ini tinggal koordinasi DED dan persiapan pematangan lahan,” kata Agus Sugiarto.
Gedung permanen SR akan dibangun di kawasan Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, tepatnya di selatan Sirkuit Ban Bunder.
Lahan tersebut sebelumnya berstatus lahan sawah dilindungi (LSD) dan kini telah mengantongi izin perubahan peruntukan dari Kementerian ATR/BPN sejak Februari 2026.
Agus menjelaskan pembangunan SR menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Baca juga: Pemkab Cirebon targetkan pembangunan Sekolah Rakyat rampung Juni 2026
Saat ini status lahan masih dalam skema pinjam pakai sembari menunggu keputusan final terkait status aset, apakah nantinya menjadi aset pemerintah daerah atau dihibahkan kepada pemerintah pusat.
“Kami ingin seluruh proses administrasi clear and clean sebelum pembangunan fisik dimulai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SR Terintegrasi 5 Ponorogo Devit Tri Candrawati menyatakan kesiapan pihak sekolah menempati gedung permanen apabila pembangunan telah rampung.
Saat ini kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di gedung kawasan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Tambakbayan.
“Pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan Sekolah Rakyat di Ponorogo. Kami siap pindah jika gedung permanen selesai dibangun,” katanya.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Lebak pada Juli 2026 tempati gedung baru
Pemerintah menargetkan pembangunan selesai pada tahun ajaran baru 2027. Nantinya fasilitas pendidikan tersebut dilengkapi ruang kelas, asrama, hingga sarana penunjang lain untuk mendukung sembilan rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 100 siswa di setiap jenjang.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·