Istanbul (ANTARA) - Departemen Luar Negeri AS pada Selasa menyatakan membantu warga negaranya keluar dari Timur Tengah untuk kembali ke tanah air dengan menyebutnya sebagai “tindakan bersejarah.”
“Departemen memfasilitasi penerbangan charter dan akan terus mengupayakan penambahan kapasitas selama kondisi keamanan memungkinkan. Di negara yang masih memiliki penerbangan komersial, Departemen secara aktif membantu warga AS memesan tiket,” demikian pernyataan tersebut.
Bagi warga AS yang berada di negara-negara yang tidak memiliki penerbangan komersial, departemen membantu mengatur perjalanan ke negara lain bila memungkinkan, termasuk memperluas opsi transportasi darat bagi warga AS yang ingin meninggalkan Israel.
“Departemen menjawab panggilan warga AS di Timur Tengah dan terus menyediakan opsi perjalanan bagi yang ingin pergi. Departemen juga akan membebaskan kewajiban hukum yang mengharuskan warga negara Amerika untuk melakukan penggantian biaya perjalanan kepada pemerintah,” tambahnya.
Ketegangan kawasan meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Teheran menyerang Israel dan negara lain di kawasan yang menampung aset AS.
Pakistan menjadi tuan rumah putaran pertama perundingan damai pada 11 April setelah menengahi gencatan senjata dua pekan pada 8 April. Kesepakatan ini dijadwalkan berakhir pada Rabu.
Adapun putaran kedua perundingan diperkirakan akan berlangsung pada pekan ini, yang juga bertempat di Islamabad.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran kecam AS sita kapal kargo Touska, sebut pembajakan maritim
Baca juga: Ketegangan di Selat Hormuz bayangi perundingan lanjutan AS-Iran
Baca juga: AS khawatir dampak politik jika harga bensin di atas 3 dolar AS
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·