KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan tahun ini pemerintah masih akan melanjutkan program pengadaan interactive flat panel (IFP) atau papan pintar interaktif. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan setiap sekolah akan mendapat tambahan dua hingga tiga perangkat digital.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, memang akan ada penambahan, beliau beberapa kali menyampaikan setiap sekolah akan ditambah antara dua sampai tiga IPF,” kata Mu’ti dalam jumpa pers di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Jakarta, pada Rabu, 6 Mei 2026.
Pada 2025, pemerintah telah membagikan satu unit IPF per sekolah dengan total 288.865 satuan pendidikan. Pengadaan tersebut termasuk dengan penyediaan jaringan internet ke 8.152 satuan pendidikan. Angka itu ditargetkan bertambah signifikan pada tahun ini.
“Ini berkaitan dengan peningkatan mutu dan kompetensi tenaga pendidik dan kualitas bahan ajar,” kata Mu’ti. Namun, ia tidak menyampaikan total anggaran serta pengadaan IPF yang akan dibagikan tahun ini.
Di samping itu, Kemendikdasmen juga akan melakukan mengembangkan pengayaan materi digital. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan pemerintah menargetkan pembuatan 3.800 konten pelajaran, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang berjumlah 2.800 konten.
Dalam proses produksinya, kementerian merekrut tim profesional yang terdiri dari guru, ahli media, dan ahli informasi dan teknologi (IT). Kendati demikian, Gogot mendorong para guru untuk mampu menciptakan konten secara mandiri. Sejauh ini, pemerintah telah melatih 29.000 guru untuk meningkatkan kompetensi pembuatan konten digital hingga tahun 2025.
"Jadi kami tidak menutup kemungkinan guru buat konten sendiri,” tuturnya pada kesempatan yang sama.
Sebelumnya, Kemendikdasmen menargetkan setiap sekolah akan memiliki enam papan pintar interaktif pada 2027. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Selasa, 11 November 2025.
Janji penyaluran enam IFP untuk setiap sekolah itu, kata Mu’ti, sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan presiden ingin mengejar target agar tiap kelas di sekolah belajar menggunakan IFP.
“Tahun depan yang dijanjikan Pak Presiden dalam rapat kabinet itu, akan dibagikan tiap sekolah tiga. Sehingga tahun 2026 diharapkan ada empat IFP di masing-masing sekolah,” kata Mu’ti. “Beliau (presiden) menyampaikan di tahun berikutnya, tahun 2027, akan dikirim dua lagi per sekolah.”
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·