Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Musi Banyuasin, dan Lampung Selatan secara serentak melakukan percepatan pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDesma pada periode 6 hingga 13 April 2026. Langkah ini bertujuan untuk mengukur kinerja dan efektivitas unit usaha desa sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Di Kecamatan Ngunut, Tulungagung, sebanyak 18 desa mengikuti rapat koordinasi pemeringkatan pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini fokus pada penginputan data laporan tahunan 2025 ke dalam sistem nasional untuk mengklasifikasikan status BUMDes menjadi kategori Perintis, Pemula, Berkembang, atau Maju.
Sekretaris Kecamatan Ngunut, Riyanti, menjelaskan bahwa proses ini merupakan cermin untuk melihat sejauh mana profesionalisme pengelolaan usaha desa. Dilansir dari jnn.co.id, unit usaha di wilayah tersebut masih didominasi sektor ketahanan pangan seperti budidaya ikan patin, gurami, dan penggemukan sapi.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Musi Banyuasin telah memulai sosialisasi serupa di Sekayu pada 6 April 2026. Pemerintah setempat mengerahkan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk mengawal validitas data hingga tingkat desa.
"Seluruh TPP Muba kami minta untuk benar-benar mengawal pemeringkatan BUMDes dan BUMDesma ini sampai selesai sesuai deadline yang telah ditetapkan," kata Kepala Dinas PMD Musi Banyuasin, H. Ali Badri, sebagaimana dikutip dari pendamping-desa.com.
Di Lampung Selatan, Kecamatan Merbau Mataram juga menginstruksikan percepatan berbasis data pada Jumat, 10 April 2026. Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Belpama, menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel sesuai dengan regulasi Kepmen Desa PDTT Nomor 145 Tahun 2022.
Indikator utama penilaian dalam pemeringkatan ini mencakup aspek kelembagaan, legalitas badan hukum, manajemen organisasi, hingga dampak sosial bagi masyarakat desa. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam memberikan bantuan stimulus permodalan atau pembinaan teknis lanjutan.
Pendamping Desa Kecamatan Ngunut, Muhammad Ibnu Athoillah, mencatat adanya tren positif perkembangan BUMDes di wilayahnya selama satu tahun terakhir. Beberapa desa, seperti Sumberejo Kulon, menunjukkan peningkatan signifikan dalam inovasi layanan digital dan marketplace lokal.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·