Pemerintah melalui SKB Tiga Menteri dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah memprediksi Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini didasarkan pada konversi penanggalan Masehi ke Hijriah menggunakan perhitungan astronomis yang matang.
Keputusan libur nasional tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 1497 Tahun 2025. Selain hari raya pada 27 Mei, pemerintah juga menetapkan tanggal 28 dan 29 Mei 2026 sebagai cuti bersama.
Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam memperkirakan 1 Zulhijah 1447 H dimulai pada Senin, 18 Mei 2026. Prediksi ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh kementerian tersebut.
Sejalan dengan itu, PP Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 menetapkan Idul Adha pada tanggal yang sama. Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Perbedaan sistem kalender menjadi dasar perhitungan ini, di mana tahun Hijriah memiliki durasi 354 atau 355 hari. Durasi tersebut lebih pendek 10 hingga 12 hari dibandingkan tahun Masehi, sehingga tanggal hari raya selalu bergeser maju setiap tahunnya.
Pemerintah Indonesia menggunakan kriteria MABIMS yang mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Penentuan final dari pihak pemerintah tetap akan menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar pada akhir bulan Zulkaidah.
Selain jadwal pelaksanaan, umat Islam dianjurkan menjalankan sejumlah amalan seperti mandi sebelum shalat Id dan tidak makan sebelum ibadah usai. Pakaian terbaik dan wewangian bagi laki-laki juga menjadi kesunnahan dalam menyambut hari raya kurban tersebut.
Ibadah shalat Idul Adha sendiri dilakukan sebanyak dua rakaat dengan takbir tambahan tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua. Rangkaian ibadah ini kemudian ditutup dengan penyembelihan hewan kurban bagi mereka yang mampu.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·