Pemerintah Kaji Pelibatan Kantin Sekolah untuk Makan Bergizi Gratis

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan kajian mendalam mengenai rencana pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alternatif ini disiapkan untuk mengatasi kendala pengadaan makanan di wilayah-wilayah tertentu.

Rencana penataan regulasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, kebijakan ini difokuskan untuk zonasi khusus yang membutuhkan penanganan berbeda dari wilayah perkotaan.

"Barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu gitu. Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Evaluasi menyeluruh ini berjalan beriringan dengan laporan capaian distribusi makanan yang mencatatkan angka partisipasi tinggi di kalangan pelajar. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memaparkan data bahwa cakupan penerima manfaat program ini sudah menyentuh angka 80,7 persen per 10 Juni 2026.

Persentase tersebut setara dengan 43 juta murid yang telah terfasilitasi dari total keseluruhan sasaran sebesar 53 juta siswa sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Menurut Abdul Mu'ti, keberlanjutan program ini sangat dinantikan oleh masyarakat luas karena membawa dampak nyata di lingkungan sekolah.

"Mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik," ujar Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dampak positif dari pelaksanaan program makanan gratis ini juga diperkuat oleh hasil kajian ilmiah dari sejumlah lembaga pendidikan tinggi. Berbagai indikator performa siswa tercatat mengalami tren kenaikan yang signifikan semenjak program ini digulirkan secara masif.

"Sudah ada penelitian dari Universitas Indonesia dan lembaga yang lainnya yang menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik," ujar Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.