Pemerintah Kota Bandung Ubah Strategi Pengolahan Sampah

Sedang Trending 58 menit yang lalu

PEMERINTAH Kota Bandung menerapkan strategi baru dalam pengelolaan sampah untuk mengatasi penumpukan yang kerap terjadi, terutama saat akhir pekan. Melalui skema baru ini, pengangkutan sampah dibatasi sejak Senin hingga Kamis setiap pekannya, sementara tiga hari berikutnya difokuskan untuk proses pengolahan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan perubahan pola kerja tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah agar lebih efektif dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pengangkutan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kita hanya bisa angkut sampai hari Kamis. Jumat, Sabtu, Minggu kita lakukan pengolahan total,” ujar Farhan dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.

Orang nomor wahid di Kota Bandung itu mengatakan penumpukan sampah yang selama ini terjadi menjadi tantangan serius bagi pemerintah kota. Alhasil, ucap dia, dibutuhkan perubahan pendekatan agar volume sampah yang menumpuk bisa ditekan secara bertahap.

Selain mengubah pola operasional, Farhan juga sedang memperbesar kapasitas fasilitas pengolahan sampah. Salah satu langkah yang dilakukan dengan pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yang memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Farhan mengatakan pengembangan fasilitas RDF tersebut didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dukungan itu dinilai akan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah secara signifikan. “TNI menjanjikan kapasitas pengolahan RDF sampai 1.000 ton,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia, Pemkot Bandung juga berencana menambah unit pengolahan sampah dan alat pengendali polusi untuk mendukung sistem baru tersebut. Namun, rencana itu masih dalam tahap penghitungan anggaran.

Farhan menilai persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan cara lama. Menurutnya, dibutuhkan sistem pengelolaan yang lebih kuat serta inovasi berkelanjutan agar persoalan sampah di Kota Bandung dapat tertangani secara optimal.

Ia berharap strategi baru tersebut mampu mengurangi tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah sekaligus menciptakan kondisi kota yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.