Pemerintah Indonesia bersama organisasi sipil MOSAIC menyusun peta jalan strategi "Solarisasi Masjid" dalam rapat koordinasi di Jakarta pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini bertujuan mengintegrasikan dana wakaf dan sedekah untuk mempercepat transisi energi nasional melalui pemasangan panel surya di rumah ibadah.
Program ini menjadi respons taktis untuk mendukung target Presiden Prabowo Subianto dalam membangun 100 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dilansir dari Kompas, potensi pemanfaatan energi surya di lebih dari 800.000 masjid di Indonesia dinilai sangat besar namun belum tergarap optimal hingga saat ini.
Erick Tadung, Koordinator Direktorat Energi Terbarukan Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa total potensi energi surya di tanah air mencapai 3.294 gigawatt. Namun, realisasi pemanfaatannya baru menyentuh angka 1,49 gigawatt berdasarkan data terbaru tahun 2026.
"Energi surya memiliki potensi terbesar di Indonesia, mencapai 3.294 gigawatt. Namun, pemanfaatannya baru menyentuh 1,49 gigawatt," kata Erick Tadung, Koordinator Direktorat Energi Terbarukan Kementerian ESDM.
Kementerian Agama turut mendukung inisiatif ini melalui Rencana Aksi Ekoteologi 2026 yang mendorong kemandirian fasilitas keagamaan. Skema pendanaan tidak akan bergantung sepenuhnya pada APBN, melainkan mengoptimalkan kekuatan filantropi Islam melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap masjid.
Sebanyak 50.000 penyuluh agama dikerahkan untuk memberikan edukasi mengenai urgensi peralihan dari energi fosil ke energi bersih. Pemerintah menyiapkan empat konsep utama dalam program ini, yaitu Hutan Wakaf, Taman Kota Wakaf, Eco Masjid, dan Eco Pesantren.
Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana, menyatakan bahwa program Sedekah Energi sebelumnya telah berhasil diuji coba di enam lokasi, termasuk Sembalun dan Yogyakarta. Proyek percontohan tersebut memiliki total kapasitas 23.525 WP dan didukung oleh lebih dari 21.000 donatur digital.
Pemerintah menargetkan sebanyak 50 masjid sudah siap bertransformasi menjadi masjid hijau pada tahun ini. Kerja sama ini akan terus diperluas dengan melibatkan lembaga lain seperti Yayasan Islam Al Azhar dan Green Justice Indonesia guna memperkuat ekosistem wakaf energi berkelanjutan.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·