Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan kebijakan distribusi satu liter air minum setiap hari bagi jemaah haji di Makkah pada Sabtu (25/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memitigasi risiko kesehatan akibat suhu panas ekstrem selama musim haji 2026.
Sebagaimana dilansir dari Cahaya, penyediaan logistik ini dikoordinasikan langsung melalui hotel tempat para jemaah menginap di kawasan Makkah. Setiap individu dipastikan mendapatkan pasokan cairan yang cukup untuk mendukung aktivitas fisik ibadah yang berat.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa pembagian air minum tersebut dilakukan secara terstruktur di setiap penginapan. Hal ini menjadi prioritas mengingat kebutuhan hidrasi jemaah yang meningkat saat melaksanakan tawaf dan sa’i di tengah terik matahari.
“Setiap jemaah berhak mendapatkan air minum satu liter per hari per orang. Ini mungkin dalam bentuk botol," kata Ihsan Faisal, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi.
Pihak penyelenggara juga telah memastikan komitmen dari manajemen hotel untuk menjaga ketersediaan pasokan air tersebut bagi seluruh penghuni kamar. Kualitas layanan akomodasi diupayakan tetap terjaga seiring dengan masuknya jemaah ke pemukiman di Makkah.
“Jika habis, pihak hotel akan mengisi kembali,” jelas Ihsan Faisal, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi.
Ihsan menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur di Makkah sudah mencapai tahap final untuk menyambut kedatangan rombongan besar. Sejumlah hotel standar internasional telah disiapkan untuk ditempati jemaah haji mulai akhir bulan ini.
“Secara umum hotel di Makkah sudah siap untuk ditempati jemaah haji Indonesia,” kata Ihsan Faisal, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi.
Kondisi iklim di Madinah juga menjadi perhatian serius tim medis dengan suhu yang mencapai 35 derajat celcius. Petugas kesehatan mengintensifkan edukasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) guna menghindari paparan panas langsung yang dapat memicu kelelahan kronis.
“Suhu di Madinah ini kan kurang lebih 34 sampai 35 (derajat celcius), jadi panas ya. Jadi jemaah disarankan untuk menggunakan masker di siang hari,” kata Siti Ratna, Petugas kesehatan PPIH Madinah.
Selain masker, jemaah diinstruksikan untuk selalu membawa penyemprot wajah dan alas kaki saat berada di luar ruangan. Tim medis secara rutin membagikan oralit untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh jemaah di sekitar area Masjid Nabawi.
“Imbauan untuk jemaah haji Indonesia agar menggunakan APD, masker, alat penyemprot wajah, dan sandal,” tambah Siti Ratna, Petugas kesehatan PPIH Madinah.
Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai menempati fasilitas hotel di Makkah pada 30 April 2026. Setiap kamar akan diisi oleh tiga hingga empat orang dengan fasilitas pendukung serta akses transportasi bus salawat menuju Masjidil Haram.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·