Pemerintah tingkatkan kualitas penyaluran kredit dorong UMKM tumbuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa pemerintah terus meningkatkan kualitas penyaluran kredit agar tidak hanya terserap secara angka, tetapi berdampak terhadap pertumbuhan usaha dan penciptaan lapangan kerja.

"Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan perkreditan umumnya untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) sangat positif perkembangannya dan Pak Menteri UMKM terus bekerja keras untuk mengoptimalkan KUR dan berbagai kredit itu, sehingga benar-benar bermanfaat langsung kepada para pelaku UMKM," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Ekonom nilai bunga KUR 6 persen masih relevan bantu UMKM

Menurut dia, perkembangan KUR dan pembiayaan bagi UMKM menunjukkan tren yang sangat positif. Hal ini menjadi indikator penting dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.

Pihaknya mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya risiko kredit macet serta belum optimalnya akses pasar bagi pelaku UMKM.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus menyiapkan kondisi pasar yang lebih kondusif agar produk UMKM mampu terserap dengan baik.

"Kita tidak ingin pelaku UMKM terjebak pada kredit macet. Karena itu, selain pembiayaan, kita juga harus memastikan pasar tersedia dan aksesnya terbuka luas," kata Muhaimin Iskandar.

Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa tren alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM dalam satu dekade terakhir terus mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga: Waka Komisi XI wacanakan penguatan kredit UMKM di revisi UU P2SK

Baca juga: CORE: UMKM lebih butuh akses pembiayaan yang mudah

Pada tahun 2025, total kredit yang disalurkan ke sektor UMKM mencapai sekitar Rp1.487 triliun, dengan realisasi KUR sebesar Rp270 triliun.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur dari besaran kredit yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

"Pengalokasian kredit kepada sektor UMKM tidak bisa hanya sekedar dilihat dari jumlahnya, karena ada beberapa kondisi pada saat kita bantu UMKM dari sisi pembiayaan, bisa produksi barang, tapi barangnya tidak bisa dijual ke pasar. Dampaknya terjadi kredit macet," kata Maman Abdurrahman.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.