Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menerapkan kebijakan baru berupa pengiriman dana tunjangan guru secara langsung ke rekening pribadi setiap bulan mulai Rabu (6/5/2026). Langkah ini memangkas jalur distribusi yang sebelumnya harus melewati pemerintah daerah dan dilakukan per tiga bulan.
Perubahan mekanisme penyaluran dana pendidikan tersebut bertujuan untuk mengeliminasi hambatan administratif yang sering memicu keterlambatan pembayaran hak para pendidik di berbagai wilayah. Dilansir dari Kompas, kebijakan ini mencakup Tunjangan Profesi Guru (TPG), tunjangan daerah 3T, hingga insentif bagi guru non-ASN.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa sistem ini merupakan terobosan untuk mempercepat sekaligus menjamin kepastian waktu penerimaan bantuan. Pengalihan tanggung jawab distribusi dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat diharapkan dapat mempermudah pemantauan arus dana secara real-time.
“Kalau sebelumnya tunjangan itu ditransfer melalui pemerintah daerah dan dibayarkan kepada guru tiga bulan sekali, sekarang sudah ditransfer setiap bulan langsung ke rekening guru,” kata Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi atas banyaknya aduan dari tenaga pendidik mengenai proses birokrasi yang berbelit di tingkat pemerintah daerah. Melalui skema transfer langsung, guru kini dapat menerima kompensasi tanpa harus menunggu validasi berlapis yang memakan waktu lama.
“Tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru,” tegas Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Selain menyederhanakan mekanisme penyaluran, pemerintah turut menetapkan penyesuaian nilai tunjangan bagi kelompok guru tertentu. Salah satu peningkatan yang signifikan dialokasikan bagi tenaga pengajar yang berstatus bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Guru non-ASN tunjangannya kita naikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan,” ungkap Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Implementasi kebijakan baru ini diklaim telah memberikan dampak instan terhadap kepuasan para tenaga pengajar. Menteri Pendidikan menyebut banyak pihak yang merespons positif efektivitas sistem pembayaran bulanan tersebut karena membantu stabilitas ekonomi rumah tangga guru.
“Kami banyak sekali mendapatkan feedback yang positif dari para guru dan terima kasih dari para guru,” ucap Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kementerian berharap dengan hilangnya beban administrasi terkait pencairan dana, kualitas pengajaran di sekolah akan semakin meningkat. Fokus utama para pengajar kini dapat dialihkan sepenuhnya pada pengembangan modul pembelajaran dan interaksi dengan siswa di dalam kelas.
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·