Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengalokasikan dana sebesar Rp20 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan dan irigasi di pulau terluar.
“Pembangunan infrastruktur di pulau terluar, yakni Kecamatan Pulo Aceh ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan,” kata Bupati Aceh Besar Muharram Idris di Pulo Aceh, Selasa.
Ia mengaku telah meninjau beberapa titik lokasi pembangunan di Gampong Lhoh, Gampong Serapong, serta kawasan irigasi di Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh.
Baca juga: Rusak berat, bangunan TK di pulau terluar Aceh butuh perbaikan
Ia mengatakan peninjauan tersebut juga bagian untuk memastikan kesiapan pelaksanaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
“Seluruh proyek ini sedang dalam tahap persiapan tender. Kita targetkan pelaksanaannya tuntas pada tahun ini ,” kata Muharram.
Ia merincikan pembangunan tersebut mencakup ruas jalan Gampong Lhoh menuju Gampong Lampuyang sepanjang 650 meter dengan lebar empat meter lengkap dengan bahu jalan di sisi kiri dan kanan dengan pagu anggaran sebesar Rp3,76 miliar.
Kemudian, ruas jalan Gampong Gugop–Serapong akan dibangun sepanjang 1.750 meter dengan spesifikasi serupa, dengan anggaran mencapai Rp7,84 miliar.
Selain infrastruktur jalan, Bupati juga meninjau rencana pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi meliputi rehabilitasi lantai sepanjang 573 meter, perbaikan saluran sepanjang 213 meter, pemasangan pipa penyaluran air sepanjang 600 meter, serta pembangunan satu unit sumur bor di Gampong Ulee Paya dengan total anggaran Rp570 juta.
“Dengan pembangunan saluran irigasi ini, kebutuhan air untuk mengairi sawah seluas 46 hektare di dua gampong dapat terpenuhi. Kita berharap mampu mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas hingga panen dua kali setahun,” katanya.
Ia menegaskan bahwa selain proyek-proyek tersebut, masih terdapat sejumlah pembangunan fisik lainnya yang memperkuat anggaran di Kecamatan Pulo Aceh.
Bupati meminta seluruh keuchik/kepala desa dan perangkat gampong agar ikut mengawal pelaksanaan proyek tersebut, sehingga berjalan sesuai dengan perencanaan.
“Saya minta para keuchik dan perangkat desa aktif mengawasi pekerjaan ini. Pastikan kualitasnya terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Baca juga: Sekolah pulau terluar di Simeulue berharap Program MBG hadir
Baca juga: Pelajar SMA pulau terluar di Aceh jalani tes kemampuan akademik
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Besar Syahrial Amanullah mengatakan seluruh tahapan teknis proyek telah dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan hingga proses pengadaan.
“Secara teknis, kita sudah siapkan seluruh dokumen pendukung. Saat ini tinggal proses tender, dan kita optimistis pelaksanaan fisik bisa segera dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata Syahrial.
Ia menambahkan pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara ketat agar kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
“Kami akan memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Pulo Aceh,” ujarnya.
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·