Pemkab Bogor Tertibkan 191 Lapak PKL di Kawasan Pasar Parung

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penataan kawasan dengan menertibkan sebanyak 191 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di area Pasar Parung, Jawa Barat, pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil untuk mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi fasilitas umum.

Operasi penertiban tersebut menyasar dua titik lokasi krusial, yakni sepanjang Jalan H. Mawi dan area dalam Pasar Parung. Dilansir dari Detikcom, tercatat sebanyak 191 lapak berhasil dibersihkan oleh petugas dari badan jalan dan trotoar.

Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah mengonfirmasi bahwa penataan ini merupakan agenda resmi Pemerintah Kabupaten Bogor. Fokus utama kegiatan adalah menjaga ketertiban umum serta mengatasi hambatan lalu lintas yang sering terjadi akibat aktivitas perdagangan di bahu jalan.

"Penertiban dilakukan di dua titik utama, yakni sepanjang Jalan H. Mawi dan area Pasar Parung. Dari hasil kegiatan, sebanyak 191 lapak PKL berhasil ditertibkan," kata Kompol Maman Firmansyah pada Kamis (16/4/2026).

Dalam pelaksanaan di lapangan, otoritas terkait mengerahkan sedikitnya 113 personel gabungan. Kompol Maman menegaskan bahwa prosedur penertiban mengedepankan pendekatan humanis guna menghindari terjadinya gesekan fisik dengan para pedagang di lokasi.

Selain pembersihan fisik lapak, petugas di lapangan juga memberikan edukasi dan imbauan kepada para pedagang. Pihak kepolisian meminta pedagang untuk bersedia menempati lokasi-lokasi berjualan resmi yang telah disediakan oleh pengelola pasar agar tidak mengganggu kepentingan publik.

Kehadiran personel kepolisian dalam agenda tersebut diklaim bertujuan untuk menjamin keamanan selama proses pemindahan berlangsung. Hingga kegiatan berakhir, situasi di kawasan Pasar Parung dilaporkan tetap kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.

Pihak Polsek Parung mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap mematuhi aturan demi terciptanya lingkungan pasar yang nyaman. Penataan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus logistik dan aktivitas ekonomi di wilayah Bogor Utara tersebut.