Pemkab Lamandau Siapkan RPJP Tahura Bukit Benyawai, Ribuan Hektare Hutan Bakal Dijaga 10 Tahun

Sedang Trending 54 menit yang lalu

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau mulai menyusun Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) untuk kawasan konservasi Tahura Bukit Benyawai dan Bukit Selajaan. Penyusunan dokumen tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memastikan pengelolaan kawasan berjalan berkelanjutan selama 10 tahun ke depan.

Penyusunan RPJP Tahura Bukit Benyawai dan Bukit Selajaan itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, unsur TNI/Polri, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Forum tersebut digelar untuk menghimpun masukan terkait arah kebijakan dan program pengelolaan kawasan konservasi di Kabupaten Lamandau.

Mewakili Bupati Lamandau, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Penyang, menegaskan keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar dokumen RPJP benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pengembangan kawasan Tahura membutuhkan dokumen RPJP yang memuat arah kebijakan, program, dan kegiatan pengelolaan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan,” ujar Penyang saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (15/5).

Berdasarkan data yang disampaikan, Kabupaten Lamandau memiliki kawasan konservasi seluas 4.259,83 hektare. Luasan tersebut terbagi menjadi Tahura Bukit Benyawai seluas 2.436,39 hektare dan Tahura Bukit Selajaan seluas 1.823,44 hektare.

Penyusunan dokumen RPJP berada di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lamandau. Dokumen itu nantinya tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga pedoman utama dalam menjaga ekosistem hutan tetap lestari.

Selain itu, RPJP juga diharapkan mampu menggali potensi kawasan konservasi agar memberi dampak positif terhadap ekonomi masyarakat sekitar dan pembangunan daerah.

Electronic money exchangers listing

“Melalui forum ini kami berharap mendapat masukan yang positif agar pengelolaan Tahura ke depan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Penyang.

Dengan perencanaan yang matang, Tahura Bukit Benyawai dan Bukit Selajaan diharapkan mampu menjadi paru-paru daerah sekaligus penopang keseimbangan ekologi di Kabupaten Lamandau. (bib)