Pemkab Nagan Raya gelar pasar murah jelang Hari Raya Idul Adha

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 kecamatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan bahan pokok dengan harga subsidi, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan, Kamis.

Ia mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Idul Adha.

Baca juga: Bulog bagikan 1.000 paket sembako gratis dan GPM peringati HUT ke-59

Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan dampak inflasi dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pangan (DKPP) Kabupaten Nagan Raya, Said Rizal, S.E. menyebutkan seluruh bahan pangan yang dijual dalam kegiatan tersebut telah mendapat subsidi dari pemerintah daerah sehingga harganya lebih murah dibandingkan harga pasar.

"Kegiatan GPM ini juga bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh," sebutnya.

Baca juga: Harga bapok variasi pascalebaran, pemerintah tekan lewat pasar murah

Adapun bahan pokok yang disediakan meliputi beras premium Rp130.000 per sak, minyak goreng Sunco Rp44.000 per dua liter, telur ayam ras Rp41.000 per papan, dan gula pasir Rp31.000 per dua kilogram.

“Seluruh masyarakat dapat membeli bahan pokok tersebut dengan menunjukkan KTP asli kepada petugas,” ujar Said Rizal.

Baca juga: Khofifah pastikan stok bahan pokok aman dan terjangkau di Gresik

Baca juga: Artha Graha gelar pasar murah bantu pedagang makanan subuh di Jakpus

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.