Pemko Padang Beri Label Putih Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban dengan memberikan label khusus berwarna putih bagi ternak yang dinyatakan sehat serta layak konsumsi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, sebagaimana dilansir dari Cahaya pada Kamis (7/5/2026).

Langkah pemberian tanda resmi ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam memilih hewan kurban yang telah memenuhi kriteria syariat maupun standar kesehatan. Label putih tersebut nantinya akan memuat logo Pemerintah Kota Padang beserta keterangan tertulis yang mengonfirmasi kelayakan ternak.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan bahwa identifikasi fisik berupa label putih akan dipasang langsung oleh tim kesehatan hewan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.

"Hasil pemeriksaan hewan kurban yang sehat dan layak kurban oleh tim kesehatan hewan akan diberi label warna putih," ujar Yoice, Kamis (7/5/2026).

Selain penandaan resmi, dinas terkait mengimbau para calon pembeli untuk lebih saksama memperhatikan kondisi fisik ternak dan tidak hanya tergiur oleh ukuran tubuh yang besar. Yoice menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap gejala penyakit seperti hewan yang tampak lesu atau memiliki cacat fisik.

"Jangan sampai memilih hewan yang terlihat lesu, sakit, atau memiliki cacat fisik yang mengganggu," tegas Yoice.

Indikator kesehatan ternak dapat dikenali melalui bulu yang bersih dan mengilap, serta tidak adanya cairan tidak normal yang keluar dari hidung, telinga, maupun anus. Dari sisi usia, sapi atau kambing kurban minimal harus berumur dua tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.

Yoice juga memberikan penekanan khusus kepada panitia kurban untuk memprioritaskan penyembelihan hewan jantan. Kebijakan ini diambil guna membatasi pemotongan betina produktif agar populasi ternak di wilayah tersebut tetap terjaga.

Dinas Pertanian Kota Padang telah mengerahkan tim medik veteriner untuk melakukan pemeriksaan jemput bola ke lokasi-lokasi penampungan. Kegiatan ini dijadwalkan mulai berjalan pekan depan dengan target pemantauan pada 64 kandang penampungan di seluruh penjuru kota.

"Kami lakukan pemetaan dan lihat langsung ke lapangan, termasuk memeriksa apakah ada penambahan pedagang baru tahun ini," pungkas Yoice.