Pemkot Bogor Tutup Sejumlah Jalan Untuk Pawai Budaya Milangkala

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Pemerintah Kota Bogor akan memberlakukan penutupan total pada sejumlah ruas jalan utama untuk mendukung kelancaran kirab budaya Milangkala Tatar Sunda pada Jumat, 8 Mei 2026 sore hingga malam hari. Langkah ini diambil guna mengakomodasi pergerakan ratusan seniman dan iring-iringan kereta kencana yang melintasi jalur sepanjang 3,5 kilometer.

Pengaturan arus lalu lintas tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Dinas Perhubungan Kota Bogor telah memetakan sejumlah titik krusial yang akan steril dari kendaraan bermotor selama durasi pawai berlangsung.

Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor, Ridwan, menjelaskan bahwa jalan yang terdampak meliputi Jalan Lawanggintung, Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Suryakencana. Penutupan akses tersebut berlaku bagi seluruh jenis kendaraan untuk menjamin keamanan peserta pawai.

"Ketika sore pada pukul 18.00 WIB-22.00 WIB, jalur yang akan dilewati peserta kirab (pawai) akan ditutup total. Arahnya (jalur ditutup) Jalan Lawanggintung-lanjut Jalan Batutulis-Simpang Ahoy Jalan Siliwangi, lanjut contraflow ke arah Jalan Suryakencana," kata Ridwan.

Kegiatan Milangkala Tatar Sunda ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor. Sebanyak 885 seniman dari 27 daerah di Jawa Barat dipastikan ikut serta, ditambah partisipasi dari 14 kampung adat dan pasukan kavaleri.

Iring-iringan dijadwalkan memulai prosesi dari Museum Pajajaran yang terletak di samping Prasasti Batutulis. Perjalanan budaya tersebut akan berakhir di Lawang Suryakencana sebagai titik finis kegiatan.

Terkait rekayasa lalu lintas, kendaraan dari arah Tajur yang menuju Lawanggintung atau Siliwangi akan dialihkan menuju Jalan Pajajaran. Pengendara nantinya diarahkan bergabung ke Jalan Otista, Simpang Empang, Jalan Bondongan, hingga mencapai Jalan Pahlawan.

Dishub bersama Satlantas Polresta Bogor telah menempatkan personel di setiap persimpangan terdampak guna menekan potensi kemacetan. Ridwan juga meminta masyarakat untuk menghindari area pusat kegiatan tersebut selama acara berlangsung.

"Bagi masyarakat yang akan berkegiatan atau akan melintas di jalur kegiatan tersebut, diimbau agar menyesuaikan waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif, ini demi kenyamanan bersama," kata Ridwan.