Pemerintah Kota Jakarta Selatan dijadwalkan melakukan perburuan massal ikan sapu-sapu di saluran penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa, pada Jumat, 17 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Operasi ini merupakan bagian dari aksi serentak di lima wilayah kota administrasi Jakarta untuk menekan populasi spesies invasif tersebut.
Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Arief Prakoso, menjelaskan bahwa seluruh ikan hasil tangkapan akan segera dimusnahkan. Dilansir dari Detikcom, proses pemusnahan dengan cara dikubur direncanakan berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB setelah pengumpulan ikan selesai dilakukan.
Beberapa instansi dikerahkan dalam kegiatan ini, termasuk Sudin KPKP, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) DKI, serta Sudin Sumber Daya Air. Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan PPSU Kelurahan Srengseng Sawah juga turut dilibatkan untuk memastikan area perairan bersih dari sedimen.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya memberikan instruksi langsung terkait pembersihan ini karena dampak negatif ikan sapu-sapu terhadap infrastruktur perairan. Spesies asal Amerika Selatan tersebut diketahui kerap membuat lubang pada tanggul dan tebing sungai yang memicu kerusakan struktur bangunan.
"Dari hasil lab, kadar batasnya itu 0,3 miligram. Ikan ini melebihi itu sehingga berbahaya kalau dikonsumsi. Ada timbal dan lainnya," ujar Pramono Anung, Gubernur Jakarta. Beliau menambahkan bahwa ikan tersebut juga mengancam kelestarian ikan lokal karena memangsa telur-telur ikan asli di habitatnya.
Pramono menekankan bahwa ikan sapu-sapu mampu bertahan hidup di kondisi air yang sangat tercemar, namun akumulasi zat berbahaya dalam tubuhnya membuatnya tidak layak konsumsi. Selain menangkap ikan, petugas juga akan melakukan pengerukan sedimen dan perbaikan saluran air guna menjaga keseimbangan ekosistem di Jakarta.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·