Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten menargetkan realisasi pembangunan flyover atau simpang tidak sebidang di Jalan Sudirman sepanjang 600 meter dipercepat dari tahun 2028 menjadi 2027 sebagai solusi utama mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi akibat perlintasan kereta api.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Yeti Rohaeti di Tangerang Selasa mengatakan, Jalan Sudirman merupakan jalur strategis yang dilalui kendaraan setiap hari dan kereta api melintas hampir setiap lima menit sekali sehingga sering menyebabkan antrean panjang dan kepadatan lalu lintas.
Maka itu, Pemkot Tangerang mengadakan kick off meeting sebagai langkah awal dalam proses perencanaan pembangunan flyover tersebut. Pemerintah daerah juga mengundang kementerian dan seluruh pihak terkait karena status Jalan Sudirman merupakan jalan nasional dan provinsi.
"Ke depan, ruas jalan provinsi direncanakan akan dihibahkan menjadi jalan nasional agar proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal," kata Yeti dalam acara Kick Off Meeting rencana pembangunan simpang tidak sebidang Sudirman di Puspemkot Tangerang.
Baca juga: Mesin kendaraan sulit mati karena faktor elektromagnetik di rel kereta
Dia mengatakan, awalnya target pembangunan flyover direncanakan pada 2028 hingga 2029. Namun Pemkot Tangerang ingin dipercepat menjadi 2027 hingga 2028 dengan sumber anggaran dari APBN.
Saat ini sejumlah dokumen pendukung pembangunan tengah dalam proses lelang dan penyusunan.
Setelah seluruh dokumen selesai, nantinya akan diserahkan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) sebagai dasar pelaksanaan pembangunan fisik.
Beberapa dokumen yang tengah dipersiapkan meliputi dokumen rekayasa lalu lintas, Detail Engineering Design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga proses pembebasan lahan. Pemerintah daerah menargetkan proses pembebasan lahan dapat dimulai setelah DED selesai disusun.
Baca juga: Pakar: Medan magnet rel kereta tidak mampu ganggu sistem listrik mobil
“Jika seluruh dokumen lengkap, maka pembangunan fisik ditargetkan bisa dimulai pada pertengahan 2027,” katanya.
Flyover Jalan Sudirman direncanakan memiliki panjang sekitar 600 meter. Titik awal pembangunan dimulai dari kawasan putaran Puspem dan berakhir turun di sekitar Jalan LP Pemuda sebelum Balai Kota. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar.
Adapun lahan yang terdampak pembebasan berada di sekitar kawasan dekat Grand Tulip. Beberapa bangunan yang masuk dalam area pembebasan di antaranya rumah makan sederhana, bengkel, bangunan di sisi kiri dekat Grand Tulip serta pagar milik PLN di sisi kanan jalan.
"Pemerintah daerah berharap dukungan seluruh pihak agar percepatan pembangunan flyover ini dapat segera terealisasi demi mengurai kemacetan dan meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan Jalan Sudirman," ujarnya.
Baca juga: Remaja 13 tahun tewas terserempet KRL di Bukit Duri
Kepala Dishub Kota Tangerang Achmad Suhaely menambahkan, sistem rekayasa lalu lintas ketika pelaksanaan pembangunan nanti sudah disampaikan dalam forum dan bisa disosialisasikan kepada masyarakat sebelum pelaksanaan.
Ia menuturkan telah berkoordinasi juga dengan kepolisian dan pihaknya lainnya agar mobilitas pengendara dan kereta api tak terganggu pembangunan.
Baca juga: Potensi penyebab mobil listrik bisa mati saat lintasi rel KA
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·