Pemprov Bali tangani tiga masalah utama UMKM lewat Inkubasi Hijau

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Denpasar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menangani tiga masalah utama, yang dihadapi pelaku UMKM, melalui program Inkubasi Hilirisasi Inovasi Jejaring Usaha Berkelanjutan (Hijau).

"Banyak permasalahan yang dihadapi UMKM, secara garis besar ada tiga, pertama adalah permodalan, yang kedua adalah SDM-nya, kemudian yang ketiga tentu dari produknya atau akses pemasarannya, tiga hal ini yang kami coba minimalkan di program Inkubasi Hijau," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh di Denpasar, Bali, Kamis.

Ia menyebut saat ini terdapat 448.734 UMKM di Bali, yang mana persoalan mereka hampir sama, sehingga melalui program-program inkubasi dapat dibina hingga dipertemukan dengan mitra strategis.

Menurut dia, Diskop UKM Bali menjalankan program Inkubasi Hijau, dengan menyeleksi UMKM, yang menjalankan usaha ekonomi sekaligus memperhatikan pelestarian lingkungan untuk diikutkan pembinaan sesuai dengan fokus pemda saat ini.

Setelah diklasifikasikan sesuai tema inkubasi kali ini, didapatkan 60 UMKM yang kemudian diseleksi dan menghasilkan 15 pelaku usaha terbaik.

Pada tahap ini telah terpilih 15 UMKM yang lolos kurasi karena dinilai telah menjalankan ekonomi hijau mulai dari proses produksi, penggunaan bahan, dan hasil yang minim risiko lingkungan.

Try Arya menyampaikan 15 pelaku usaha percontohan ini nantinya akan didukung urusan permodalan dan akses terhadap pasar saat tahap business matching atau pertemuan dengan mitra strategis.

"Selain dengan buyers, juga mungkin ada dari lembaga keuangan ataupun kami dapat fasilitasi untuk usaha-usaha kredit yang bisa UMKM dapatkan," ucapnya.

Dalam proses inkubasi, Diskop UKM Bali melalui UPTD PLUT KUMKM juga akan memberikan pelatihan dan pembinaan lewat bootcamp, sehingga masalah SDM bisa terpecahkan.

"Jadi, tiga permasalahan utama UMKM itu bisa kami minimalkan di program Inkubasi Hijau ini, tapi dengan tema kelestarian lingkungan. Kami merasa UMKM hijau memang sudah harus dilakukan atau menjadi tren bagi pelaku UMKM di Provinsi Bali," ujarnya.

Try Arya menilai UMKM hari ini tidak hanya harus peduli pada pelestarian lingkungan, melainkan adaptif, yang mana persoalan sampah merupakan isu paling viral di Bali saat ini dan menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro.

"Sampah tersebut mungkin bagi orang yang tidak memiliki inovasi dan jiwa bisnis itu merupakan hal yang menjijikkan atau tidak bisa dibuat apa-apa, tapi kalau kita mempunyai inovasi dan ada jiwa kewirausahaan yang tinggi sampah tersebut bernilai ekonomi bisa dikelola, bisa diolah," kata dia.

Dengan mengklasifikasikan UMKM dengan program inkubasi yang dibuat, pemda menargetkan tiga masalah utama pada usaha mikro dapat diperkecil serta melahirkan inovasi baru yang berkelanjutan.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.