Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak seluruh warga Jakarta mengambil peran nyata menjaga kualitas udara melalui gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu.
“Melalui kampanye #SatuLangkahDulu, kami ingin membangun semangat satu pesan dengan beragam aksi, baik melalui kampanye media sosial, aksi bersama, praktik baik pengurangan pencemaran udara, maupun challenge untuk warga Jakarta," kata Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari di Jakarta, Selasa.
Kampanye yang diinisiasi melalui forum Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Kluster Udara ini mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memulai langkah sederhana dari lingkungan masing-masing demi mewujudkan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.
Gerakan ini melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat luas untuk mengurangi sumber emisi, menggunakan transportasi ramah lingkungan, hingga membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap kualitas udara.
Purwanti mengatakan, kualitas udara masih menjadi salah satu tantangan besar bagi Jakarta karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga.
Karena itu, setiap langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan membentuk gerakan kolektif yang mampu menghadirkan perubahan nyata.
Menurut Purwanti, pengendalian pencemaran udara membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar upaya yang dijalankan dapat berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Adapun puncak rangkaian aktivasi #SatuLangkahDulu akan digelar melalui Jakarta Eco Future Fest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada 3–4 Juli 2026.
Sementara itu, Direktur Layanan Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Marjuki mengatakan tantangan pengendalian pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks akibat laju urbanisasi, pembangunan kota yang masif, serta dampak perubahan iklim global yang berpadu dengan karakteristik iklim perkotaan.
BMKG, sambung dia, terus berkomitmen menyediakan informasi kualitas udara dan memperkuat literasi iklim kepada masyarakat.
Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, hingga panduan aktivitas harian masyarakat untuk meminimalkan risiko paparan polusi udara.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·