Pemprov DKI Jakarta Sediakan Layanan e&Bank Sampah untuk Warga

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini menyediakan layanan bank sampah untuk mempermudah masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih teratur. Dilansir dari Kompas, sistem ini memungkinkan warga Jakarta menyetorkan sampah yang telah dipilah dan mendapatkan nilai ekonomi dari hasil pengelolaannya.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mendaftarkan diri melalui sistem e-Bank Sampah Jakarta secara daring. Berdasarkan informasi dari laman resmi e-Bank Sampah Jakarta pada Selasa (12/5/2026), nasabah cukup menyetorkan sampah yang sudah dikategorikan untuk kemudian ditimbang oleh petugas.

Hasil timbangan tersebut nantinya akan dikonversikan menjadi nilai rupiah sesuai dengan berat dan jenis sampah yang diserahkan. Program ini merupakan bagian dari implementasi prinsip 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle untuk mengurangi volume sampah di ibu kota.

Warga yang tertarik menjadi nasabah dapat melakukan registrasi melalui platform e-Bank Sampah Jakarta. Setelah proses pendaftaran disetujui, nasabah memperoleh akses untuk melihat riwayat transaksi penyetoran sampah secara transparan.

Selain itu, nasabah juga bisa memantau saldo tabungan yang terkumpul serta melihat detail timbangan dari setiap sampah yang disetorkan. Platform ini turut menyediakan fitur tambahan seperti regulasi terbaru, publikasi kegiatan lingkungan, hingga layanan bantuan bagi pengguna.

Mekanisme Pengumpulan dan Pemilahan Sampah

Langkah awal yang perlu dilakukan masyarakat adalah memilah sampah langsung dari rumah. Sampah tersebut dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni sampah kering, sampah basah, serta sampah elektronik.

Kategori sampah kering meliputi material yang dapat didaur ulang seperti plastik, logam, kertas, dan kaca. Sementara itu, sampah basah terdiri dari sisa makanan atau bahan organik yang berpotensi diolah menjadi pupuk kompos.

Untuk sampah elektronik, seperti kabel dan perangkat bekas, diperlukan penanganan khusus karena sifat materialnya. Pihak bank sampah umumnya menerima sampah kering dengan berat minimal penyetoran sekitar 1 kilogram.

Sistem Penyetoran dan Konversi Nilai Ekonomi

Penyetoran dapat dilakukan dengan mendatangi lokasi bank sampah terdekat sesuai jam operasional yang berlaku. Petugas akan menimbang kiriman sampah dan mencatatkan hasilnya ke dalam buku tabungan nasabah secara digital.

Nilai saldo yang terkumpul dalam rupiah dapat dicairkan oleh nasabah sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh masing-masing unit bank sampah. Sampah yang terkumpul akan dipilah kembali sebelum disalurkan ke industri daur ulang atau lapak besar.

Pilihan Jenis Tabungan e-Bank Sampah

Program ini menawarkan fleksibilitas bagi nasabah melalui berbagai pilihan jenis tabungan. Tabungan reguler tersedia untuk penyimpanan hasil transaksi umum, sementara tabungan lingkungan digunakan khusus untuk pengadaan sarana pengelolaan lingkungan seperti komposter.

Ada pula tabungan pendidikan yang dapat dicairkan saat memasuki tahun ajaran baru, serta tabungan sembako yang menggunakan sistem penukaran sampah dengan kebutuhan pokok. Menjelang hari besar, warga dapat memanfaatkan tabungan Lebaran untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri.

Selain manfaat pribadi, tersedia tabungan sedekah yang disalurkan untuk kegiatan sosial seperti bantuan pendidikan atau santunan. Seluruh laporan penyaluran dana sedekah disampaikan kepada nasabah sebagai bentuk transparansi pengelolaan dana sosial berbasis sampah.