Pemulihan Operasional, KAI Masih Batasi Kecepatan KRL di Lintas Bekasi-Cikarang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Warga menaiki rangkaian KRL Commuter Line dari Stasiun Cikarang yang melintas di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyebutkan pemulihan operasional Commuter Line (KRL) lintas Cikarang pasca tragedi di Stasiun Bekasi Timur masih berlanjut dengan pembatasan kecepatan KRL yang menyebabkan keterlambatan perjalanan.

KAI masih menerapkan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api pada sejumlah titik di lintas Bekasi hingga Cikarang dengan kecepatan berkisar 60–80 km/jam. Pembatasan tersebut masih dilakukan seiring proses pengecekan jalur dan pemulihan operasional yang terus berjalan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pengecekan, pemulihan operasional, dan keselamatan perjalanan kereta api.

"Kami memahami kondisi ini berdampak kepada keterlambatan perjalanan kereta api, khususnya Commuter Line lintas Cikarang, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan,” ujar Anne melalui keterangan resmi, Sabtu (9/5).

KAI mencatat performa operasional Commuter Line lintas Cikarang terus menunjukkan tren pemulihan. Pada 7 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan Commuter Line Cikarang tercatat sebesar 87 persen dan kedatangan 81 persen dengan rata-rata keterlambatan 2,2 menit untuk keberangkatan dan 3,3 menit untuk kedatangan.

Warga menaiki rangkaian KRL Commuter Line dari Stasiun Cikarang yang melintas di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sementara pada 8 Mei 2026, tingkat ketepatan waktu meningkat menjadi 88 persen untuk keberangkatan dan 85 persen untuk kedatangan, dengan rata-rata keterlambatan 1,8 menit untuk keberangkatan dan 2,3 menit untuk kedatangan.

Anne menambahkan, KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar proses pemulihan perjalanan kereta api dapat berjalan semakin baik dari hari ke hari.

“Secara paralel KAI terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar perjalanan kereta api semakin pulih dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” tambah Anne.

Selain fokus pada operasional, KAI juga terus melanjutkan pendampingan terhadap pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Per Sabtu (9/5) pukul 07.00 WIB, sebanyak 96 pelanggan telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan bersama keluarga.

Sementara itu, lanjut Anne, 12 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan lanjutan di sejumlah rumah sakit dengan kondisi yang terus dipantau secara berkala.

“Kami terus menjaga komunikasi dengan rumah sakit, keluarga, dan pihak terkait agar setiap proses pendampingan berjalan lancar. Pelanggan yang masih dirawat terus kami pantau, sementara pelanggan yang telah kembali ke rumah juga tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.

KAI juga masih membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Pengajuan dapat dilakukan dengan melengkapi dokumen berupa bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.

Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.

Warga menaiki rangkaian KRL Commuter Line dari Stasiun Cikarang yang melintas di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dukungan psikologis melalui layanan trauma healing juga tetap tersedia bagi pelanggan maupun keluarga yang membutuhkan. Layanan tersebut dapat diakses melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari telemedicine hingga tatap muka sesuai kondisi dan kebutuhan pelanggan.

KAI juga terus melakukan pengamanan barang-barang pelanggan yang tertinggal saat kejadian. Hingga 9 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 121 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 80 barang telah diserahterimakan kepada pemilik, sedangkan 41 barang lainnya masih dalam proses verifikasi di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur.

Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi, administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga.

instagram embed