Kamaruddin Simanjuntak, seorang pengacara yang memperjuangkan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang ditembak Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu, menderita penyakit ginjal. Namun, kondisi Kamaruddin kini telah membaik.
Hal itu diungkapkan oleh sahabat Kamaruddin, Poltak Silitonga.
"Kondisinya kan sekarang dalam pemulihan, perawatan lah karena sakit yang beliau derita kan gitu. Jadi kemarin seminggu yang lalu kan saya bertemu dengan beliau, menjenguk dia ke rumahnya sebagai teman dan salah satu tim kita ya dalam kantor hukum kita dan juga dengan kantor hukum beliau," kata Poltak saat dihubungi wartawan, Sabtu (16/5).
Poltak mengatakan, penyakit diderita oleh Kamaruddin ialah penyakit ginjal. Kesehatannya terganggu karena terlalu bekerja keras hingga menyebabkan tubuhnya melemah.
Kamaruddin telah melakukan cuci darah pada ginjalnya sebanyak tiga kali dalam seminggu sekali. Penyakitnya tersebut telah terjadi sejak setahun terakhir.
"Beliau itu kan kesehatannya terganggu karena terlalu banyak bekerja kemarin itu. Tidur juga hanya beberapa jam karena kasus-kasus besar yang memang beliau tangani pasca perkara Sambo ya begitu. Sehingga terjadilah gangguan kesehatan, ginjal beliau dan sekarang dia tiga kali cuci darah dalam seminggu katanya ya," ujar Poltak.
"Karena beliau orangnya sangat sibuk, sudah hampir setahun lebih lah (penyakit ginjal Kamaruddin). Mula-mula kejadian itu kita juga tidak yakin, tetapi karena kesibukan yang selalu dia bekerja terus-menerus akhirnya kurang memperhatikan kesehatannya ternyata dia sering menahan sakitnya. Ternyata setelah drop, begitu diperiksa ada kerusakan ginjal," lanjut Poltak.
Poltak membantah adanya informasi yang beredar media sosial tentang kematian Kamaruddin Simanjuntak. Ia pun membantah akan adanya penyakit guna-guna ataupun santet pada Kamaruddin Simanjuntak.
"Dia (Kamaruddin) juga merasa prihatin dengan kata-kata orang yang di media sosial bahwa disantet lah, penyakit kiriman lah, itu kan tidak benar. Sebenarnya kemarin itu ada orang yang meninggal marga Siahaan yang mirip sama beliau. Jadi orang beranggapan dia meninggal, tetapi ya itulah namanya media sosial karena kecintaan orang ke beliau itu kan luar biasa," imbuh Poltak.
Poltak mengatakan, saat dirinya mengunjungi Kamaruddin di rumahnya pada seminggu yang lalu, kondisinya sudah mulai membaik. Ia menyebut, kondisi Kamaruddin yang beredar di media sosial saat berada di tempat tidur merupakan kondisi sebelumnya.
"Agak pucat, kurus ya, wajar. Jadi yang ada postingan-postingan tempat tidur itu, yang sampai dia kurus sekali, pucat itu sebelum-sebelumnya aja. Tapi kondisi terakhir sudah membaik," beber Poltak.
"Kita menjenguk ke sana, beliau itu sangat senang sekali gitu. Semangatnya luar biasa," lanjut Poltak.
Menurut Poltak, Kamaruddin Simanjuntak tidak memiliki tekanan-tekanan terhadap pihak lain terkait Kamaruddin yang membela Brigadir Yosua dengan menjebloskan Ferdy Sambo ke penjara selama seumur hidup.
"Tidak ada (tekanan), selama ini tidak ada. Justru ya kami selalu bersama ke mana pun tanpa pengawalan, tanpa ada takut. Karena kita berpikir bahwa yang kita perjuangkan ini kan keadilan dan kebenaran, pasti Tuhan juga akan melindungi kita. Jadi itu prinsip yang kami pegang, jadi tidak pernah ada tekanan-tekanan," kata Poltak.
Poltak berharap agar masyarakat Indonesia dapat mendoakan pemulihan terhadap Kamaruddin Simanjuntak.
"Kita juga mohon kepada masyarakat Indonesia khususnya pecinta keadilan supaya membawa beliau dalam doa," pungkas Poltak.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·