Peluncuran Pentaru 2026 ini dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026.
Nyoman mengatakan, seluruh program pembangunan kelautan dan perikanan pada akhirnya bermuara pada satu hal yang sangat menentukan, yaitu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Transformasi menuju sektor kelautan dan perikanan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa SDM yang unggul, adaptif, dan berintegritas.
“Melalui Pentaru 2026, kita tidak hanya membuka proses penerimaan peserta didik, tetapi juga menyiapkan generasi baru pelaku utama sektor kelautan dan perikanan yang akan menjadi penggerak utama ekonomi biru di masa depan. Para peserta didik yang akan bergabung adalah calon-calon profesional yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta membawa inovasi bagi kemajuan sektor ini,” ujar Nyoman dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia juga menyampaikan, pihaknya saat ini tengah melakukan transformasi pendidikan vokasi, termasuk melalui pembentukan Ocean Institute of Indonesia, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas dan daya saing pendidikan kelautan dan perikanan.
Selain peluncuran Pentaru 2026, pada kesempatan tersebut juga turut dilakukan peluncuran pakaian seragam baru peserta didik lingkup KKP. Menurut Nyoman, peluncuran ini menjadi simbol pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik.
“Dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa, Pentaru Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka, sekaligus peluncuran seragam baru peserta didik satuan pendidikan tinggi. Saya berharap kita dapat terus membangun negeri dengan mencetak SDM Kelautan dan Perikanan yang unggul, andal, profesional, dan berintegritas,” pungkas Nyoman.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Pusdik KP) Alan Frendy Koropitan menyebut Pentaru 2026 dilakukan secara online.
Alan mengatakan, KKP mempunyai 11 satuan pendidikan tinggi vokasi, yaitu 10 satuan pendidikan tinggi vokasi menerapkan Non Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Non PK-BLU) dan satu satuan pendidikan tinggi vokasi yang menerapkan PK-BLU. Selain Pendidikan tinggi, KKP memiliki tujuh satuan Pendidikan menengah.
Menurut Alan, pihaknya mengeluarkan kebijakan pada pelaksanaan penerimaan peserta didik, yaitu dengan target 100% bagi anak pelaku usaha dan pendukung sektor kelautan dan perikanan pada seluruh satuan pendidikan tinggi dan menengah, kecuali pada satuan pendidikan yang telah menyelenggarakan PK-BLU. Pada satu satuan pendidikan PK BLU tersebut memiliki target 20 persen anak atau pelaku usaha dan pendukung sektor kelautan dan perikanan dan 80 persen dari masyarakat umum.
“Pada kesempatan ini, kami juga memperkenalkan seragam baru berupa Pakaian Dinas Harian dan Pakaian Dinas Upacara bagi peserta didik satuan pendidikan tinggi. Warna biru muda melambangkan keterbukaan, kejujuran, dan integritas, sedangkan biru tua mencerminkan keteguhan, kewibawaan, dan profesionalisme. Kami berharap seragam ini menjadi identitas sekaligus semangat baru dalam membentuk karakter taruna yang disiplin dan berintegritas,” kata Alan. 
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·