Pemerintah Indonesia menegaskan ibadah haji tahun 2026 akan tetap berjalan sesuai jadwal meskipun situasi geopolitik global masih menjadi perhatian. Keberangkatan jemaah asal Provinsi Jambi dimulai pada 5 Mei 2026, dengan jadwal yang telah ditetapkan secara nasional pada 21 April 2026. Kepastian ini diambil setelah belum adanya keputusan resmi pembatalan dari Pemerintah Arab Saudi.
Dilansir dari Cahaya, jadwal keberangkatan jemaah haji asal Jambi akan terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Sebanyak 3.306 orang, termasuk pendamping, akan berangkat pada gelombang pertama. Kloter pertama, BTH 13, akan memberangkatkan 437 jemaah asal Kota Jambi.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mengatakan bahwa perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Sampai saat ini, tidak ada keputusan pembatalan haji dari pihak Arab Saudi. Berbagai simulasi telah dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.
Pemerintah fokus pada persiapan dan layanan bagi jemaah. Kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Jambi bertujuan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal menjelang keberangkatan. Marwan juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan bagi jemaah dibandingkan tahun sebelumnya.
Terdapat rincian keberangkatan jemaah haji asal Jambi yang terbagi dalam beberapa kloter, seperti yang dilaporkan oleh Cahaya. Kloter selanjutnya, BTH 19, dijadwalkan pada 11 Mei 2026. Tanggal-tanggal lainnya adalah 13, 15, 16, 17, 19, dan 20 Mei 2026.
"Di pasal mana pun di undang-undang haji, di undang-undang kewarganegaraan, itu pasal perlindungan itu penting," kata Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR RI.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·