Jakarta (ANTARA) — Istilah emas muda dan emas tua masih kerap menimbulkan kebingungan di masyarakat. Banyak yang mengira keduanya merujuk pada usia emas, padahal perbedaan utama terletak pada kadar atau tingkat kemurniannya.
Apa Itu Emas Muda dan Emas Tua?
Emas muda umumnya memiliki kadar di bawah 70 persen atau kurang dari 17 karat. Jenis ini banyak ditemukan dalam bentuk perhiasan karena telah dicampur dengan logam lain seperti perak atau tembaga agar lebih kuat dan tahan digunakan sehari-hari. Sementara itu, emas tua memiliki tingkat kemurnian lebih tinggi, berkisar 17 hingga 24 karat, bahkan bisa mencapai 99 persen. Karena sifatnya yang lebih lunak, emas tua lebih sering diproduksi dalam bentuk batangan dan dimanfaatkan sebagai instrumen investasi.
Perbedaan kadar tersebut turut memengaruhi nilai jual. Secara umum, emas tua memiliki harga per gram lebih tinggi karena kandungan emas murninya lebih besar. Namun, emas muda tetap memiliki nilai ekonomi yang kompetitif, tergantung pada berat dan kadar yang dimiliki.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menjual emas secara cepat dan aman, Raja Emas Indonesia menghadirkan pendekatan transaksi yang lebih transparan. Perusahaan ini menerima berbagai jenis emas, mulai dari perhiasan, emas batangan, hingga emas lama atau emas tanpa surat.
Dalam proses penilaian, Raja Emas Indonesia menggunakan teknologi X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengukur kadar emas secara akurat tanpa merusak fisik barang. Penetapan harga juga mengacu pada harga emas internasional terkini, sehingga dinilai lebih relevan dibandingkan mengacu pada harga pembelian lama.
Selain itu, perusahaan memastikan seluruh transaksi mengikuti regulasi yang berlaku, termasuk proses verifikasi identitas penjual. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keamanan dan legalitas perdagangan emas di dalam negeri.
Dengan jaringan outlet yang telah tersebar di puluhan kota besar, Raja Emas Indonesia menargetkan dapat memberikan akses lebih luas bagi masyarakat untuk melakukan transaksi emas secara mudah, cepat, dan transparan.
Pengamat menilai, meningkatnya literasi masyarakat terkait perbedaan emas muda dan emas tua serta akses terhadap layanan jual beli yang kredibel dapat membantu memaksimalkan nilai aset emas yang dimiliki, terutama di tengah tren harga emas global yang cenderung fluktuatif namun meningkat dalam jangka panjang.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·