Persaingan Tiket Liga Champions Memanas Usai Kekalahan Kandang Napoli

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Persaingan memperebutkan tiket kualifikasi Liga Champions musim depan semakin sengit bagi Napoli, Milan, Juventus, Roma, dan Como setelah Napoli menelan kekalahan kandang 2-3 dari Bologna pada Senin, 11 Mei 2026. Hasil ini menyisakan hanya tiga posisi tersedia bagi lima tim tersebut di papan atas klasemen Serie A.

Kekalahan Partenopei dipastikan melalui gol penentu kemenangan tim tamu yang tercipta pada menit ke-91. Meski sempat tertinggal dua gol di awal pertandingan, skuat asuhan Antonio Conte gagal mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri meski telah berupaya keras menyamakan kedudukan.

Pelatih Napoli, Antonio Conte memberikan evaluasi mendalam terkait kegagalan anak asuhnya dalam menerapkan strategi tekanan tinggi di lapangan. Mantan pelatih Inter Milan tersebut menyoroti konsistensi tim yang kerap tertinggal lebih dulu dalam beberapa pertandingan terakhir.

"Ketika vai a pressare devi andare forte, sennò fai solo fatica. Potevamo essere più cattivi nella pressione, cercavamo di prenderli molto alti. Non è la prima volta che ci ritroviamo sotto 2-0, significa che non è un caso. Abbiamo recuperato la..." tegas Conte, Pelatih Napoli.

Pernyataan tersebut merujuk pada intensitas permainan tim yang dinilai kurang maksimal saat mencoba menekan lawan sejak area pertahanan. Napoli kini harus bersaing ketat dengan Milan dan Juventus yang juga tengah berupaya mengamankan posisi mereka di zona kompetisi elit Eropa tersebut.

Di sisi lain, pengamat sepak bola Giampaolo Pazzini menyoroti hasil imbang yang diraih pelatih Como, Cesc Fabregas, saat berhadapan dengan taktik Antonio Conte. Pazzini menilai situasi saat ini merupakan peluang besar bagi Milan dan Juventus untuk memperlebar jarak dari para pesaing di bawahnya.

Selain persaingan zona Eropa, sorotan Serie A juga tertuju pada kesuksesan Inter Milan yang telah mengunci gelar juara liga ke-21. Beberapa pemain pilar seperti Lautaro Martinez, Nicolo Barella, Alessandro Bastoni, Matteo Darmian, dan Stefan de Vrij tercatat berhasil meraih gelar juara di bawah tiga kepemimpinan pelatih berbeda, yakni Conte, Inzaghi, dan Chivu.