Persijap Jepara Jamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bumi Kartini

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Persijap Jepara dijadwalkan menjamu PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-29 kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Jumat (24/4/2026) petang. Laskar Kalinyamat menargetkan poin penuh guna mengamankan posisi mereka dari ancaman degradasi.

Hingga saat ini, Persijap masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin. Raihan tersebut hanya terpaut dua angka dari Madura United yang menempati batas teratas zona merah.

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos menyatakan kesiapan skuad asuhannya untuk bertarung di lapangan meski memiliki waktu istirahat yang terbatas. Juru taktik asal Portugal tersebut telah fokus melakukan pemulihan kondisi fisik para pemain setelah melakoni laga tandang ke Padang.

"Bicara persiapan, memang sangat singkat. Kita baru main tandang di Padang, langsung kembali ke Jepara," ujar Mario Lemos dilansir dari laman resmi I.League.

Program latihan Persijap tetap berjalan sesuai standar rutin untuk memastikan kesiapan teknis menghadapi tim tamu. Lemos menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memenangkan setiap pertandingan yang tersisa di kandang sendiri.

"Kita sudah jalani recovery dan menjalankan persiapan seperti yang biasa kita lakukan untuk hadapi pertandingan," tambah Mario Lemos.

Mengenai kekalahan yang dialami Persijap pada pertemuan pertama melawan PSBS, sang pelatih menginstruksikan para pemainnya agar tidak terpengaruh hasil masa lalu tersebut. Ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh pada laga yang akan berlangsung pukul 15.30 WIB ini.

"Terpenting kita fokus dan tiap laga home adalah laga penting dan kita siapkan untuk pertandingan guna dapat memenangkan pertandingan," tutur Mario Lemos.

Di sisi lain, PSBS Biak datang dengan modal kurang meyakinkan setelah menderita kekalahan beruntun dalam enam pertandingan terakhir. Tim berjuluk Badai Pasifik tersebut kini berada di dasar klasemen dan tengah menghadapi berbagai kendala non-teknis internal yang kian memperumit posisi mereka.