Klub sepak bola Persis Solo dipastikan terdegradasi ke kasta kedua setelah menyudahi kompetisi Liga 1 musim ini dengan menempati zona merah bersama Semen Padang dan PSBS Biak. Kepastian turunnya Laskar Sambernyawa tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026) meski mereka berhasil memetik kemenangan di laga pamungkas.
Dilansir dari detik.com, Persis Solo mengakhiri musim dengan catatan 8 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 16 kekalahan dari total 34 pertandingan yang dijalani selama satu musim penuh. Tim kebanggaan warga Solo ini hanya mampu mengumpulkan total 34 poin di klasemen akhir.
Pada pertandingan terakhir, Persis Solo sebenarnya sukses menundukkan Persita Tangerang dengan skor 1-3. Namun, kemenangan tersebut menjadi sia-sia karena pada saat yang sama Madura United juga berhasil memetik kemenangan 2-0 atas PSM Makassar. Hasil itu membuat Persis Solo memiliki poin yang sama dengan PSM Makassar, tetapi kalah dalam catatan head-to-head.
Kegagalan bertahan di Liga 1 ini memicu kekecewaan mendalam bagi para pendukung yang menggelar acara nonton bareng di halaman parkir Stadion Manahan bersama Wali Kota Solo, Respati Ardi. Usai pertandingan, suporter meluapkan kesedihan mereka dengan menyalakan flare dan kembang api, bahkan Presiden Pasoepati, Arif Djodi Purnomo, tampak menangis di pelukan Respati Ardi.
"Terkait turunya Persis Solo ke Liga 2, jujur kami sangat kecewa sekali dengan manajemen (Persis). Sebenarnya kami kurang apa to. Kami tahu ada komunikasi yang kurang baik antar owner, tapi jangan sampai mengorbankan kecintaan teman-teman suporter," kata Djodi kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).
Djodi menyatakan bahwa para pendukung telah memberikan seluruh komitmen mereka demi menyokong tim. Kelompok suporter bahkan berencana menggelar aksi lanjutan pada Senin (25/5) mendatang untuk menuntut pertanggungjawaban pemilik serta jajaran direksi klub.
"Kita juga pengin tahu masalah internal di Persis Solo. Masalah manajemen yang dari awal bobrok, yang tahunya tentang industri tapi tidak tahu tentang sepakbola, kenapa masih dipertahaman," ucap Djodi.
Ia juga menagih janji jajaran direksi yang sempat menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan internal, namun hingga kini perkembangannya dinilai belum jelas bagi suporter.
"Untuk Dirut, kemarin bilang mau bersih-bersih atau memperbaiki kondisi manajemen. Tapi sampai detik ini, kami juga belum tahu memperbaiki dan bersih-bersihnya seperti apa. Saya mengundang semua Owner dan Dirut, pertanggungjawaban kalian semua kepada teman suporter besok Senin," imbuh Djodi.
Di sisi lain, Wali Kota Solo Respati Ardi tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pemain di lapangan yang tetap berjuang meraih tiga poin di laga penutup, walaupun hasil tersebut tidak mampu menyelamatkan klub dari zona degradasi.
"Kita melihat perjuangan sudah pemain luar biasa, tapi memang belum ke arah kita, keberuntungan belum ke arah kita. Ini benar-benar menjadi keprihatinan bersama, kita evaluasi ke depan," kata Respati.
Sebagai bagian dari pendukung tim, Respati mengharapkan adanya pembenahan secara menyeluruh di dalam tubuh manajemen. Langkah evaluasi total tersebut dinilai krusial agar Laskar Sambernyawa bisa langsung bangkit dari keterpurukan.
"Saya harap ke depan lebih baik. Pembelajaran ini jadi pelajaran kita bersama. Cukup satu kali saja kita di Liga 2, berikutnya harus juara di liga utama. Harus berbenah semua," ujar Respati.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·