Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Awang Lazuardi menargetkan mulai mengebor sumur eksplorasi di Natuna dan blok-blok minyak dan gas bumi (migas) lainnya pada 2026.
"Insya Allah, mohon doanya tahun ini kami akan mulai ngebor di daerah Natuna dan di blok-blok yang lain," ujar Awang dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.
Awang menjelaskan PHE baru mendapatkan blok eksplorasi pada 2023. Sebelum mendapatkan blok eksplorasi, lanjut dia, PHE hanya menggarap lapangan-lapangan lama yang sudah tua.
Oleh karena itu, tutur Awang, Pertamina mulai melakukan eksplorasi di daerah frontier atau wilayah/cekungan baru yang belum pernah disentuh oleh kegiatan eksplorasi sebelumnya, mulai 2026.
"Mohon doanya dari eksplorasi di daerah frontier yang mulai akan kami lakukan tahun ini, karena kami baru mendapatkan bloknya dua tahun yang lalu. Mohon doanya kami bisa menemukan giant discovery," kata Awang.
Temuan raksasa atau giant discovery migas diyakini oleh Awang akan menjadi titik balik Pertamina dalam meningkatkan produksi migas nasional.
Di sisi lain, Awang menegaskan capaian Pertamina yang berhasil menahan laju penurunan produksi, dari yang semula diperkirakan sebesar 24 persen menjadi 2 persen.
“Artinya, kami bisa meminimalkan decline, natural decline dari yang seharusnya 24 persen menjadi 2 persen,” kata Awang.
Hingga April 2026, Awang menyampaikan produksi migas PHE mencapai 945 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD).
Adapun masing-masing produksi dirinci menjadi produksi minyak domestik perusahaan sebesar 367.000 barrel oil per day (BOPD), sedangkan kontribusi internasional sebesar 109.000 BOPD.
Sementara itu, produksi gas pada rentang waktu yang sama tercatat sebesar 2.722 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Jumlah tersebut terdiri atas kontribusi domestik sebesar 2.385 MMSCFD dan internasional 337 MMSCFD.
Baca juga: Pertamina catat produksi sumur pengembangan LLA-6 sebesar 1.321 BOPD
Baca juga: Pertamina Hulu Energi catat produksi migas capai 956 MBOEPD
Baca juga: PHE dorong KSOT struktur dan area migas dengan standar HSSE ketat
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·