Pertamina NRE Gandeng CUSP Kembangkan Energi Surya di Bangladesh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pertamina NRE menjajaki kerja sama pengembangan sektor energi terbarukan di Bangladesh melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd pada Sabtu (16/5/2026), sebagaimana dilansir dari Money.

Kemitraan strategis ini mencakup rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya serta peluang kerja sama operasi dan pemeliharaan. Kedua perusahaan juga akan melaksanakan studi kelayakan yang meliputi aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, hingga risiko proyek.

Langkah ini menjadi awal bagi kedua belah pihak untuk mengeksplorasi investasi energi bersih sekaligus mencerminkan kepercayaan Bangladesh terhadap kapabilitas Pertamina NRE dalam mengelola proyek berskala internasional. Selain aspek komersial, kolaborasi ini memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan penerapan teknologi transisi energi.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menjelaskan bahwa kolaborasi internasional ini menjadi momentum krusial bagi ekspansi bisnis perusahaan.

"Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh," ujar John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE.

John Anis menambahkan bahwa ekspansi ke Bangladesh ini berpotensi memperkuat portofolio internasional perusahaan yang sebelumnya telah berjalan di Filipina.

"Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh," tambah John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE.

Pihak mitra menyambut positif kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan solusi energi yang efisien di Bangladesh.

"Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh," kata Ziaur Rahman, Chairman CUSP.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri turut memberikan dukungan terhadap inisiatif investasi hijau antarkedaulatan ini.

"Kemitraan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentu akan memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Roy Wahab, Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI.

Melalui proyek ini, kedua perusahaan diharapkan mampu berkontribusi pada target Net Zero Emission Indonesia 2060 dan percepatan transisi energi global.