Posisi Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris musim ini mendapatkan sorotan tajam dari mantan penjaga gawang Manchester United dan Manchester City, Peter Schmeichel. Kritik ini muncul menyusul kemenangan tipis 1-0 The Gunners atas West Ham United di London Stadium pada akhir pekan lalu.
Kemenangan tim asuhan Mikel Arteta dipastikan melalui gol tunggal Leandro Trossard, namun pertandingan tersebut diwarnai kontroversi penganuliran gol tuan rumah. Callum Wilson sempat membobol gawang tim tamu melalui situasi bola mati di menit akhir, namun wasit membatalkannya setelah peninjauan video assistant referee (VAR).
Keputusan tersebut diambil karena pemain West Ham dianggap melanggar kiper Arsenal, David Raya, saat situasi tersebut berlangsung. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, statistik menunjukkan bahwa Arsenal sangat mengandalkan bola mati dengan mencatatkan 21 gol dari total 68 gol mereka di liga sepanjang musim ini.
Strategi penguasaan ruang di kotak kecil yang diterapkan Arsenal sering memicu perdebatan karena dianggap membatasi ruang gerak penjaga gawang lawan. Schmeichel menilai bahwa banyak gol dari skema set-piece yang dicetak Arsenal semestinya tidak disahkan jika wasit dan VAR bertindak konsisten.
"Keputusan hari ini benar-benar salah dalam banyak hal. Yang membuat saya sangat marah adalah Arsenal tidak akan pernah berada di puncak klasemen jika itu dianggap pelanggaran," kata Schmeichel, mantan pemain legendaris tersebut.
Ia menyoroti taktik fisik yang sering digunakan para pemain Arsenal di area penalti lawan saat menyambut tendangan bebas atau sepak pojok. Schmeichel berpendapat bahwa tim asal London Utara tersebut diuntungkan oleh pembiaran wasit terhadap aksi menahan pemain lawan.
"Begitulah cara mereka mencetak begitu banyak gol, dengan cara menghalangi lawan, menahan lawan, melakukan segala macam hal, dan kemudian kita sampai pada titik ini... VAR butuh waktu lima menit (untuk memutuskannya)," kata Schmeichel.
Proses peninjauan yang dilakukan oleh petugas VAR, Darren England, juga tidak lepas dari kritikan karena memakan waktu terlalu lama dan dianggap tidak meyakinkan. Schmeichel menegaskan bahwa durasi peninjauan tersebut justru memperlihatkan keraguan atas keabsahan keputusan pelanggaran tersebut.
"Darren England, petugas VAR-nya, (membutuhkan waktu) lima menit. Dia memutar ulang tayangannya berkali-kali. Hal itu sendiri saja sudah menimbulkan banyak keraguan terhadap keputusan tersebut. Itu tidak mungkin pelanggaran, tidak mungkin," ujar Schmeichel.
Kiper legendaris asal Denmark ini merasa bingung dengan standar yang diterapkan wasit pada pertandingan tersebut. Menurutnya, insiden serupa sering terjadi di pertandingan lain tanpa ada intervensi VAR atau hukuman pelanggaran bagi tim yang menyerang.
"Menurut saya ini sangat salah, saya tidak mengerti mengapa tiba-tiba itu dianggap pelanggaran, karena hal seperti itu tidak pernah dianggap pelanggaran bagi tim mana pun di sepanjang musim ini," kata Schmeichel menambahkan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·