Petir Sambar Warga Bantul, BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem

Sedang Trending 1 jam yang lalu

SEORANG pria lanjut usia berinisial S, 68, warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meregang nyawa setelah tersambar petir ketika mencari jerami di area persawahan pada Rabu, 22 April 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mewanti-wanti soal potensi cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta pada periode 21-23 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung, mengungkapkan berdasarkan analisis dinamika atmosfer, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa saat ini terpantau relatif hangat pada kisaran 28-30 derajat Celsius. "Kondisi ini secara signifikan mendukung ketersediaan uap air ke atmosfer," kata Feriomex, Rabu.

Selain faktor suhu laut, Feriomex menjelaskan bahwa munculnya bibit siklon 92S di Samudra Hindia barat Sumatera menyebabkan pola angin di wilayah Jawa, khususnya Yogyakarta, bertiup dari arah timur. 

Kondisi ini diperparah dengan profil vertikal kelembapan udara pada ketinggian 1,0 hingga 3,0 kilometer yang mencapai 30 hingga 90 persen. "Faktor-faktor itu memberikan peluang besar bagi pertumbuhan awan hujan yang disertai cuaca ekstrem pada siang hingga sore hari di sebagian besar wilayah Yogyakarta," kata dia.

Dalam prospek cuaca tiga harian 21-23 April, Feriomex mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Dalam fenomena ini, tak hanya memicu hujan intensitas sedang hingga lebat, namun juga disertai petir maupun angin kencang.

Pada Selasa hujan ringan hingga sedang sempat mengguyur Sleman dan Kulon Progo bagian utara dengan tinggi gelombang laut kategori sedang antara 1,25 hingga 2,5 meter. Namun, intensitas cuaca ini meningkat drastis pada Rabu di mana hujan sedang hingga lebat melanda Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, serta wilayah utara Bantul dan Gunungkidul.

Sementara itu, untuk Kamis, potensi hujan ringan hingga sedang masih membayangi wilayah Sleman dan Kulon Progo bagian utara, diikuti kenaikan tinggi gelombang laut yang mencapai kategori tinggi, yakni 2,5 hingga 4,0 meter.

Feriomex meminta masyarakat untuk aktif berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD atau FPRB jika terjadi ancaman kebencanaan di lingkungan sekitar. 

Adapun Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pria yang tewas setelah tersambar petir sempat pingsan di areal persawahan sebelum dibawa ke rumah sakit oleh rekan-rekannya sesama pencari jerami. “Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar pada area dada dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit,” ungkap Rita.

Rita mengatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka yang mengarah pada tindak pidana di tubuh korban. "Dari pihak keluarga telah mengikhlaskan korban dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, sehingga jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan," kata dia.