Petrokimia Gresik Pasok 219.648 Ton Pupuk Bersubsidi Musim Tanam 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton untuk kebutuhan musim tanam April-September 2026 sebagai langkah mitigasi gangguan rantai pasok global pada Rabu (13/5/2026). Dilansir dari Money, upaya ini bertujuan menjamin keberlanjutan produksi dan ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa ketersediaan stok ini menjadi indikator utama kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika logistik internasional. Perusahaan berfokus pada penguatan fasilitas produksi agar kebutuhan nasional tetap terpenuhi tanpa kendala berarti.

"Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga," ujar Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik.

Daconi menegaskan koordinasi dengan Pupuk Indonesia terus dilakukan melalui optimalisasi operasional dan penguatan jaringan distribusi nasional. Hal ini mencakup diversifikasi negara asal bahan baku seperti phosphate rock dan potash guna meminimalkan risiko ketergantungan pasokan.

"Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional," kata Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik.

Data per 10 Mei 2026 merinci ketersediaan stok terdiri dari 32.054 ton urea, 166.324 ton NPK Phonska, 16.611 ton Petroganik, 2.720 ton ZA, dan 1.939 ton SP-36. Distribusi dilakukan melalui titik serah resmi untuk memudahkan akses bagi para petani penerima manfaat.

"Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam April–September bisa dijalani dengan optimal," ujar Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik.

Manajemen mencatat adanya peningkatan efisiensi berkat penyederhanaan regulasi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres 113/2025. Perubahan tata kelola ini berdampak pada realisasi penyaluran nasional yang mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahunan.

Selain pengawasan ketat terhadap Harga Eceran Tertinggi yang telah turun sebesar 20 persen, Petrokimia Gresik juga mengingatkan kewaspadaan terhadap peredaran produk palsu di pasar. Perusahaan menekankan pentingnya transaksi melalui kios resmi untuk menjamin keaslian pupuk.

"Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga," ujar Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik.