Cirebon, Jawa Barat (ANTARA) - PT PG Rajawali II Unit Pabrik Gula Tersana Baru di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menargetkan produksi gula mencapai 271.500 ton pada musim giling 2026 melalui optimalisasi proses produksi dan peningkatan efisiensi operasional pabrik.
General Manager PG Tersana Baru Sigit Ermunanto di Cirebon, Senin, mengatakan perusahaannya menyiapkan target penggilingan sekitar 3,4 juta kuintal tebu selama musim giling tahun ini.
Menurut dia, target tersebut dibarengi dengan upaya menjaga kualitas hasil produksi melalui capaian rendemen yang diproyeksikan berada di angka 7,45.
“Kami berupaya agar target rendemen 7,45 bisa tercapai melalui kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam musim giling tahun ini,” katanya.
Ia menjelaskan, operasional penggilingan pada 2026 ditargetkan berlangsung selama 130 hari secara optimal tanpa hambatan teknis yang dapat mengganggu proses produksi.
Oleh karena itu, kata dia, pihak pabrik terus melakukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan mesin dan fasilitas produksi dapat bekerja secara maksimal selama musim giling berlangsung.
Sigit mengakui tantangan pada musim tanam tahun ini masih dihadapkan pada persoalan pembiayaan petani, yang berdampak terhadap produktivitas tebu di lapangan.
Meski demikian, ia menilai proses giling yang berjalan lancar dapat membantu menjaga capaian rendemen sehingga target produksi gula tetap dapat dioptimalkan.
“Harapannya proses giling berjalan baik sehingga rendemen sesuai target dan mampu menopang produksi gula tahun ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapan memasuki musim giling 2026 juga ditandai dengan pelaksanaan tradisi selamatan giling yang menjadi agenda rutin setiap tahun di lingkungan PG Tersana Baru.
Tradisi tersebut, lanjut dia, menjadi simbol dimulainya rangkaian produksi gula sekaligus bentuk optimisme menghadapi musim giling tahun ini.
Di sisi lain, pihaknya terus melakukan modernisasi mesin dan revitalisasi fasilitas produksi agar mampu meningkatkan daya saing industri gula nasional.
Sigit mengatakan pembaruan teknologi dilakukan secara bertahap, meski pabrik gula tersebut telah beroperasi sejak 1937.
Sementara itu, Ketua DPC APTRI Tersana Baru Haji Mulyadi mengatakan para petani tebu tetap optimistis menghadapi musim giling tahun ini meski terdapat sejumlah tantangan dalam proses budidaya.
“Kami berharap bisa mendapatkan rendemen dan bagi hasil gula yang terbaik agar hasil usaha tani tetap optimal,” kata dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·