Pelatih Philadelphia Union Bradley Carnell mendesak skuatnya untuk tampil lebih dewasa dan membuang sikap naif saat menantang tuan rumah Columbus Crew di ScottsMiracle-Gro Field pada Sabtu, 25 April 2026 malam waktu setempat. Tim tamu berambisi memutus tren negatif setelah tertahan di peringkat ke-14 klasemen Wilayah Timur Major League Soccer (MLS).
Hasil imbang 3-3 melawan Toronto FC pada pertandingan sebelumnya menjadi alasan utama Carnell menyoroti mentalitas para pemainnya. Meski baru mengoleksi satu kemenangan sepanjang musim reguler 2026, ia menegaskan bahwa komitmen antar pemain tetap terjaga kuat di dalam tim.
"This group is locked in, and we’re doing everything for each other. Of course, we looked a little bit naive at times," ujar Bradley Carnell, Pelatih Philadelphia Union.
Carnell memberikan perhatian khusus pada kegagalan tim dalam mempertahankan keunggulan di menit-menit krusial. Menurut pria berusia 49 tahun tersebut, pengalaman bertanding secara kompetitif merupakan satu-satunya cara bagi skuat mudanya untuk belajar mengamankan poin penuh.
"We need to think more about how to close out games, but this is what happens with a young group, and we will continue to follow this road of learning by doing," kata Bradley Carnell, Pelatih Philadelphia Union.
Eks pelatih di liga Jerman tersebut mengakui adanya rasa kecewa karena kehilangan poin di akhir laga. Namun, ia berkomitmen untuk terus membimbing para pemain muda agar tetap tenang saat menghadapi tekanan lawan di lapangan.
"It was two points lost, but we will continue fighting, trying to bring the group along and help the youngsters at the end," tambah Bradley Carnell, Pelatih Philadelphia Union.
Carnell juga merespons kritik mengenai taktik permainan untuk mempertahankan skor, seperti menahan bola di area pojok lapangan. Ia menilai aspek-aspek mendasar tersebut seharusnya sudah dipahami secara otomatis oleh setiap pemain profesional tanpa perlu instruksi berlebihan.
"Anyone who is a pro knows what we need to do – can you go to the corner flag, limit chances – there's a whole bunch of things we can do, but I don't need to tell the group that," cetus Bradley Carnell, Pelatih Philadelphia Union.
Menjelang laga di Columbus, Carnell berharap kegagalan pekan lalu dapat memicu motivasi skuat Union untuk tampil lebih solid. Ia optimistis timnya memiliki semangat baru saat memasuki ruang ganti lawan nantinya.
"We're going to leave this locker room galvanised and look forward to Columbus," pungkas Bradley Carnell, Pelatih Philadelphia Union.
Berdasarkan data FotMob, tantangan bagi Philadelphia Union cukup berat mengingat Columbus Crew memiliki rekor kandang yang dominan. The Crew tidak terkalahkan dalam 12 pertemuan kandang terakhir melawan Union sejak 2017, termasuk delapan kemenangan dan empat hasil imbang.
Tuan rumah juga diperkuat oleh Diego Rossi yang saat ini tengah berada dalam performa tajam dengan torehan empat gol dari sembilan laga. Sebaliknya, Union mengandalkan peran Alejandro Bedoya yang telah menyumbangkan dua asis dalam dua pertandingan terakhir meski turun sebagai pemain pengganti.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·