Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memicu perdebatan besar mengenai tantangan logistik yang ekstrem serta risiko pelanggaran hak asasi manusia di tiga negara tuan rumah pada pertengahan Juni 2026.
Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi sorotan setelah mengandalkan jet pribadi dari Qatar Airways untuk mengejar ambisi menonton dua pertandingan sehari di 16 stadion yang tersebar hingga jarak 4.500 kilometer.
Mobilitas mewah Infantino ini memicu kritik tajam karena sangat kontras dengan kesulitan para penggemar yang harus menghadapi lonjakan harga tiket hingga puluhan ribu dolar serta pengetatan visa imigrasi.
Amnesty International meluncurkan laporan berjudul Kemanusiaan Harus Menang: Membela Hak, Mengatasi Represi di Piala Dunia FIFA 2026 yang memperingatkan adanya risiko penahanan massal, profil rasial, dan represi keamanan sipil.
Di Amerika Serikat, keterlibatan lembaga imigrasi seperti ICE dalam sistem pengamanan memicu kecemasan, sementara Meksiko berencana mengerahkan 100.000 agen militer yang dikhawatirkan merepresi demonstran damai, dan Kanada menghadapi isu pemindahan paksa tunawisma demi estetika kota.
Masalah administratif juga berdampak langsung pada turnamen, seperti penahanan striker Irak Aymen Hussein selama tujuh jam di Chicago, penolakan masuknya wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan, hingga pembatasan visa bagi tim nasional Iran.
Selain masalah sosial dan logistik, New Weather Institute menyebut turnamen ini sebagai ajang paling polutif karena diperkirakan menghasilkan 9 juta ton emisi setara karbon dioksida akibat tingginya frekuensi perjalanan udara benua.
Menanggapi berbagai kritik terkait kebijakan operasional dan penolakan visa, pemimpin tertinggi badan sepak bola dunia memberikan pembelaannya secara langsung.
"Mungkin terkadang selalu ada baiknya untuk santai dan rileks. Kami bekerja untu segalanya dan coba mencari solusi untuk segala hal. Terkadang, berteriak dan mengumpat bakal menimbulkan efek sebaliknya dari menemukan solusi," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Infantino kemudian membandingkan situasi tersebut dengan kewenangan negara lain dalam menentukan regulasi wilayah mereka sendiri.
"Di 2035, saya rasa Piala Dunia Wanita akan ada di Inggris. Apakah kalian pikir normal FIFA akan mendikte Pemerintah Inggris terkait siapa-siapa yang boleh masuk ke negara itu dan siapa yang tidak boleh masuk ke negara tersebut? Saya tak tahu, mungkin kalian pikir hal tersebut normal," tutur Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia juga menegaskan bahwa faktor pengamanan merupakan prioritas utama yang tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun.
"Dunia ini adalah dunia yang sangat agresif dan keamanan ada di atas segalanya. Kalian harus menghormati keputusan tersebut," tutur Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Dalam kesempatan terpisah, Infantino menjelaskan bahwa FIFA tidak tinggal diam dan terus berupaya menyelesaikan kendala diplomasi di balik layar.
"Saya tak bermaksud untuk [berkata] santai dan tidak melakukan apapun. Maksud saya, percaya kami bahwa kami bekerja keras di balik layar, mencoba untuk memahami [situasi]. Ada hal yang kami bisa katakan, ada hal yang kami tidak katakan. Kami selalu mencoba untuk membuat hal jadi positif dan mencari solusi," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia mengklaim keberhasilan mendatangkan tim nasional Iran untuk bertanding di Amerika Serikat sebagai sebuah pencapaian besar organisasi.
"Sebuah kesuksesan untuk bisa membawa Iran bermain di Amerika, saya tak tahu siapa yang bisa melakukan hal itu... Kita tidak hidup di bulan, kita hidup di Bumi, dan kami mencoba yang terbaik," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Mengenai persiapan menyeluruh, Infantino kembali menegaskan bahwa turnamen akbar ini mustahil terwujud tanpa andil dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Tanpa keterlibatan dan partisipasinya, saya pikir itu akan mustahil, sesederhana itu, akan mustahil menyelenggarakan Piala Dunia di Amerika Serikat," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia memuji kepekaan Trump dalam memahami skala besar serta dampak masif yang dibawa oleh kompetisi sepak bola tertinggi di dunia ini.
"Dia langsung memahami besarnya Piala Dunia, dampak dari Piala Dunia," imbuh Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Terkait prosedur pemeriksaan keamanan yang ketat bagi ratusan ribu orang yang datang ke Amerika Serikat, Infantino meminta semua pihak menghormati keputusan hukum setempat.
"It’s not easy when you have 300,000 accredited people, majority of which from outside of the US, to process them to vet them, you don’t know. Unfortunately, our world is a very aggressive world and security goes above everything and you need to respect the decisions which are taken and when I say to chill, I don’t mean to chill and do nothing." kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia menegaskan komitmen penutupan celah diplomasi agar seluruh kendala di lapangan dapat diredam secara bertahap.
"I mean to trust us, that we are working behind the scenes, we are trying to understand and there are things we can know, things we cannot know, things we are told, not told." ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Pihak FIFA mengaku selalu berusaha mengubah dinamika yang sulit menjadi atmosfer yang jauh lebih positif bagi semua tim peserta.
"We always try to make the situation as possible as possible and to find solutions. Sometimes we manage, other times not." tutur Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Secara khusus, Infantino merasa bangga karena komitmennya membawa skuad Iran terbukti nyata walau sempat diterpa ketidakpastian politik.
"I think it has already been successful to bring Iran to play in America. I don't know who would have managed to do that, and of course, everyone here believes it's the right thing to do but again we don't live on the moon; we live on planet earth and you have to deal with different situations. We try to do our best and I hope we’ll have some good news." ucap Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia menceritakan momen pertemuannya dengan para pemain Iran beberapa bulan sebelum putaran final Piala Dunia dimulai.
"Let me say that on Iran, I am very happy because I went to see the Iranian team in Turkey in March this year." kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Infantino mengapresiasi tinggi daya juang luar biasa dari para pemain yang menolak menyerah pada birokrasi border.
"People were saying Iran couldn't come to the World Cup, I promised them they will come and if I have to go on a bus to Tehran and drive them here I will do that. Their answer was we will take the bus and drive ourselves if needs be. We qualified and we want to play.
This is the spirit of football. There are challenges, it's not easy, but I don't know who else would have been able to ensure in these circumstances - which we could not influence - Iran could come and play. When Iran plays, the stadium will be full and I hope there will be a positive atmosphere because this is football, it's about people forgetting their realities and focusing on a match and a team." ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Keberhasilan mendatangkan seluruh tim kualifikasi tanpa terkecuali diklaim sebagai buah kerja keras kolektif manajemen internal.
"I am very happy we managed to get Iran to come and play. I am proud of the work of my team." kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Sejak periode awal kepemimpinannya, Infantino memang konsisten menyuarakan akses terbuka bagi seluruh elemen tim yang lolos kualifikasi resmi.
"It's obvious when it comes to Fifa competitions, any team, including the supporters and officials of that team, who qualify for a World Cup need to have access to the country, otherwise there is no World Cup," ucap Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Menghadapi serangan media Barat, ia melontarkan pidato defensif emosional yang membandingkannya dengan pelaksanaan Piala Dunia Qatar terdahulu.
"Today I have strong feelings. Today I feel Qatari, I feel Arab, I feel African, I feel gay, I feel disabled, I feel a migrant worker." tutur Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia menuduh ada standar ganda dari negara Eropa yang sering melupakan catatan sejarah kelam mereka sendiri saat mengkritik reformasi hukum.
"I have difficulties understanding the criticism. We have to invest in helping these people, in education and to give them a better future and more hope. We should all educate ourselves. Many things are not perfect but reform and change takes time." kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Infantino menilai kecaman masif dari publik luar merupakan bentuk kemunafikan yang mengabaikan transformasi positif sepak bola global.
"This one-sided moral lesson is just hypocrisy. I wonder why no-one recognises the progress made here since 2016." ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Hubungan bilateral yang kuat dengan kepemimpinan Donald Trump diakui mempermudah koordinasi lintas sektoral yang rumit.
"I have a great relationship with President Trump," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Ia mengapresiasi kedekatan komunikasi yang terjalin erat sejak masa jabatan pertama hingga periode kedua kepresidenan Trump.
"I'm very happy about that, I got to know him during his first mandate and we have been working very closely together now in his second term," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Di lain sisi, saat membuka KTT Eksekutif Sepak Bola FIFA di Miami, Infantino memuji tingginya antusiasme serta rekor kehadiran penonton yang melampaui ekspektasi awal.
"Saya sangat gembira melihat suasana yang luar biasa dan stadion yang penuh. Rata-rata kehadiran penonton bahkan melampaui 63.000 orang pada delapan pertandingan pembuka," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Pertandingan antara Swiss dan Qatar di San Francisco menjadi contoh atmosfer luar biasa yang tersaji di awal fase grup turnamen.
"Qatar melawan Swiss di San Francisco menghadirkan stadion yang penuh. Itu benar-benar indah dan hasilnya cukup mengejutkan bagi sebagian orang," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Pihak FIFA mengklaim bahwa suasana aman bagi keluarga dan kedamaian publik tetap terjaga di seluruh kota penyelenggara.
"Kami memiliki lingkungan yang sangat damai dan penuh kegembiraan, mulai dari Mexico City hingga seluruh kota penyelenggara lainnya. Inilah esensi sesungguhnya dari Piala Dunia," jelas Gianni Infantino, Presiden FIFA.
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·