Pimpinan Komisi III Kecam Tendangan ‘Kung Fu’ di EPA U20: Pecat dan Pidanakan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan klarifkasi terkait percobaan penipuan terhadap dirinya yang dilakukan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan di Jakarta, Sabtu (10/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyoroti aksi kekerasan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U20 antara Bhayangkara FC U20 melawan Dewa United U20 di Stadion Citarum, Minggu (19/4). Pertandingan matchday ke-33 itu berujung ricuh setelah para pemain terlibat keributan di lapangan.

Kekalahan di kandang diduga memicu emosi pemain Bhayangkara FC U20. Sorotan publik pun mengarah pada tindakan salah satu pemain yang melakukan tendangan “kungfu” ke arah pemain lawan.

Sahroni mengaku kecewa atas insiden tersebut dan menilai tindakan itu sudah melampaui batas pelanggaran dalam olahraga. Dia pun meminta hal itu ditindak tegas.

“Tindakan yang dilakukan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal pelanggaran fair play, tapi sudah masuk kategori penganiayaan, jadi harus diusut pidananya. Ada unsur kesengajaan yang sangat jelas, apalagi dilakukan di luar konteks permainan dan setelah pertandingan berakhir," kata Sahroni kepada wartawan, Senin (20/4).

"Kita semua bisa melihat arah dan tujuan tindakannya dan ini yang harus ditindak tegas,” tambahnya.

Kericuhan pada laga Bhayangkara U-20 vs Dewa United di EPA Super League, Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) Foto: Dok. Istimewa

Selain itu, dia juga meminta Bhayangkara FC mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab menjaga marwah sepak bola.

“Maka saya minta Bhayangkara FC sangat mempertimbangkan untuk memecat yang bersangkutan. Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap biasa. Kalau dibiarkan, sepak bola kita akan diisi kekerasan, bukan sportivitas dan hiburan. Kita harus tegas menindak berbagai aksi kekerasan di lapangan agar tidak menjadi budaya. Jadi pecat pemain, dan pidanakan,” tegas Sahroni.

Seperti diketahui, viral di media sosial dugaan aksi kekerasan dalam pertandingan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 melawan Dewa United U20 di ajang Elite Pro Academy (EPA).

Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U20, Yongki Pandu Pamungkas, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih melibatkan pemain usia muda.

"Kami tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh pemain kami. Itu adalah tindakan yang tidak baik, apalagi di usia dini," ujar Yongki, Senin (20/4).

Di sisi lain, pihak Dewa United mengecam keras peristiwa tersebut. Presiden Dewa United FC, Ardian Satya Negara, menyatakan akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Saya akan proses secara hukum untuk semua yang melakukan kekerasan. Karena bukan hanya pemain tapi juga ada pelatih [Bhayangkara U-20] yang melakukan pemukulan. Saya sangat kecewa dengan insiden ini," kata Ardian lewat keterangan tertulisnya.