Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Persil Lembaga di IKN

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melakukan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Senin (20/4/2026) untuk meninjau kesiapan infrastruktur serta lahan kantor lembaga tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pembahasan rencana perpindahan lembaga tinggi negara ke ibu kota baru.

Delegasi yang dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani ini meninjau berbagai fasilitas strategis, mulai dari akses transportasi hingga gedung pemerintahan. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh pimpinan fraksi, alat kelengkapan MPR, serta pejabat dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menjelaskan bahwa peninjauan mencakup aspek teknis yang dibutuhkan untuk operasional lembaga di masa depan. Fokus utama kunjungan adalah memastikan lahan atau persil yang diperuntukkan bagi MPR telah siap secara progres pembangunan.

"Tujuannya untuk melihat persil MPR, kesiapan bandara, jalan tol, serta berbagai persiapan lainnya terkait rencana perpindahan MPR ke IKN," kata Siti dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Siti Fauziah menegaskan bahwa keputusan waktu kepindahan ASN dari unsur legislatif tetap berada di bawah wewenang pemerintah pusat. Kelengkapan fasilitas pendukung menjadi syarat mutlak sebelum mobilisasi pegawai dilakukan secara resmi.

"Kalau pindah, kita tergantung arahan Presiden. Yang penting kalau sudah siap, baru kita akan memindahkan ASN," katanya.

Rombongan MPR mengawali peninjauan dengan mendarat di Bandar Udara Internasional Nusantara untuk mengecek fasilitas udara. Setelah itu, tim bergerak menuju kantor OIKN untuk menerima pemaparan mendalam mengenai perkembangan kawasan secara menyeluruh.

"Di sana kami melihat presentasi perkembangan IKN. Setelah itu, kami juga meninjau persil MPR untuk melihat sejauh mana progresnya," ucap Siti.

Selain area perkantoran, pimpinan MPR memantau fasilitas umum seperti masjid negara dan sarana kesehatan. Terkait gedung MPR, Siti menyebutkan bahwa rancangan bangunan sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu namun tetap bersifat fleksibel terhadap perubahan kebutuhan saat ini.

"Gambaran kasar dan detail ruangan sebenarnya sudah ada, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan sekarang," katanya.

Siti menambahkan bahwa pembangunan tetap mengedepankan prinsip efisiensi tanpa mengabaikan fungsi strategis kantor lembaga negara. Penyesuaian desain akhir akan terus dilakukan seiring dengan dinamika pembangunan di kawasan inti pusat pemerintahan.

"Efisiensi memang ada, tapi kebutuhan perpindahan juga ada. Jadi akan disesuaikan," tutup Siti.

Kunjungan ini juga dihadiri sejumlah Wakil Ketua MPR seperti Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Hidayat Nur Wahid, dan Eddy Soeparno. Pejabat daerah dan otoritas setempat, termasuk Kepala OIKN Basuki Hadimuljono, turut mendampingi pengecekan di lokasi tersebut.