Uang Iklannya Lari ke Mana?
Dari setiap Rp100 yang dibelanjakan pengiklan di ruang digital Indonesia, hanya Rp20 yang sampai ke media. Delapan puluh rupiah sisanya mengalir ke platform global yang tidak memproduksi satu baris berita pun.
Algoritma sebagai Redaktur Baru
Sekarang Pembacanya Pun Ikut Dirampas
Ketika AI Overview muncul di halaman Google, hanya 8 dari 100 pengguna yang masih mengklik tautan berita. Google tidak lagi mengirim pembaca ke media—ia menjawab sendiri. —Riset Pew Research Center, 2025
Negara Lain Sudah Lebih Dulu Bergerak
Indonesia Punya Jawabannya—tapi Belum Cukup
Perpres 32/2024 adalah sinyal bahwa negara menyadari tanggung jawabnya. Namun, sinyal saja tidak cukup—regulasi yang baik hanya berarti sesuatu kalau punya gigi di lapangan.
Ini Bukan Sekadar Masalah Bisnis
Jurnalisme yang berkualitas adalah barang publik. Dan seperti semua barang publik, ia tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar—apalagi pasar yang strukturnya timpang sejak awal.
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·