Jakarta (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mengintegrasikan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan skema monetisasi karbon global.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan, pihaknya memperkuat langkah transformasi bisnis melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc.
Menurut dia, penandatanganan ini menjadi bagian dari pengembangan solusi energi bersih berbasis solar PV solution dalam portofolio beyond kWh.
"Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan PLTS dengan skema monetisasi karbon global," katanya.
Penandatanganan kerja sama dilakukan Bernardus Sudarmanta dan CEO DevvStream Corp Sunny Trinh di Jakarta, Selasa (5/2).
PLTS yang dikembangkan dalam kerja sama ini merupakan PLTS off-grid, yang digunakan untuk kebutuhan sendiri, sehingga tidak terhubung ke jaringan listrik utama dan tetap selaras dengan ketentuan yang berlaku di sektor lingkungan hidup dan pasar karbon.
Melalui skema ini, lanjutnya, PLN IP akan menghasilkan sertifikat penurunan emisi Verified Emission Reduction (VER) dari proyek-proyek PLTS di berbagai lokasi di Indonesia, yang kemudian dipasarkan melalui DevvStream sebagai mitra global.
Bernadus juga menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan model bisnis baru yang lebih berkelanjutan.
"Pengembangan solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah," ujarnya.
Ia menambahkan konsep beyond kWh yang diusung PLN IP tidak hanya berfokus pada penjualan listrik, tetapi juga mencakup layanan energi terintegrasi, termasuk penyediaan pembangkit energi terbarukan, pengelolaan emisi karbon, serta optimalisasi aset energi pelanggan.
Dalam implementasinya, proyek PLTS off-grid ini dirancang untuk mendukung kebutuhan energi pelanggan secara mandiri, meningkatkan efisiensi energi, serta memberikan kontribusi langsung terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca tanpa mengganggu sistem kelistrikan eksisting.
Sementara, Sunny Trinh mengatakan kolaborasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan proyek karbon berbasis energi terbarukan dari Indonesia.
"Kami melihat potensi besar dari model solar PV off-grid, yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global," ujarnya.
Selain mendukung agenda dekarbonisasi nasional, kerja sama ini juga mempertegas peran PT PLN Indonesia Power sebagai pelopor dalam pengembangan solusi energi berbasis pelanggan di Indonesia.
Ke depan, tambah Bernadus, PLN IP akan terus memperluas implementasi solar PV solution sebagai bagian dari strategi transisi energi, sekaligus mengoptimalkan peluang dari pasar karbon untuk menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan.
Baca juga: PLN IP ajak pegawai terapkan gaya hidup hijau lewat Clean Energy Day
Baca juga: PGE-PLN IP sepakati tarif listrik proyek PLTP Lahendong 15 MW
Baca juga: PLN Indonesia Power raih 7 Proper Emas dan 22 Hijau
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·